Mural Ubah Kehidupan Kota Pachuca

AFP/Donny Andhika AM/I-2
09/8/2015 00:00
Mural Ubah Kehidupan Kota Pachuca
(AP/SOFIA JARAMILLO)
BUKIT Palmitas kini berwarna cerah. Rumah-rumah gubuk yang sebelumnya memperlihatkan sisi kelam salah satu lingkungan paling berbahaya di Kota Pachuca, Meksiko, itu mulai berubah menjadi galeri seni mural raksasa.

Walhasil, reputasi Palmitas sebagai medan pertempuran antargeng perlahan tapi pasti mulai berubah.

Jumlah kriminalitas juga mulai menurun drastis.

Perubahan itu tidak lepas dari proyek karya seni dalam bentuk lukisan dinding (mural) yang digagas secara kolektif oleh seniman Meksiko yang menamakan diri mereka German Crew.

Para seniman membuat mural raksasa di rumah-rumah gubuk dan mengajak warga setempat mengubah reruntuhan dinding menjadi karya seni yang hidup.

Dari kejauhan, seluruh lingkungan Palmitas kini cerah berwarna pelangi.

Jika dilihat dari dekat, ada ribuan mural dalam skala yang lebih kecil dan tetap terkoneksi dengan desain keseluruhan.

Tak pelak, karya seni ini menjadi sebuah kebanggaan yang mampu membuka cakrawala baru bagi pemuda setempat.

Untuk menciptakan mahakarya mural terbesar di Meksiko, para seniman mengecat ulang 20 ribu meter persegi di 200 rumah berdinding abu-abu.

Proyek itu diluncurkan pada 2012 dengan tujuan menggunakan seni untuk memperbaiki struktur sosial masyarakat di Pachuca yang compang-camping.

Selain itu, proyek seni ini juga dilakukan untuk mengurangi tingkat kejahatan, terutama di Palmitas.

"Kami harus meyakinkan warga agar mau mengizinkan kami mengecat rumah mereka," kata Kepala Perencanaan Kota Pachuca, Ana Estefania Garcia.

Garcia mengatakan awalnya lingkungan yang menjadi lokasi proyek dicat menjadi putih.

"Agar seolah-olah mengatakan kami mulai dari awal. Ini merupakan kejutan bagi penduduk."

Setelah semua 'diputihkan', proyek melukis mural dilakukan. Garcia juga mengatakan proyek ini menurunkan angka kriminalitas di Pachuca.

"Kejahatan telah turun sebesar 35% sejak proyek ini diluncurkan pada 2012. Anggota geng yang saling berkelahi kini bekerja dalam proyek ini."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya