Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK memerintah pada 2005, Angela Merkel telah mengubah politik Jerman. Kepala negara perempuan pertama Bavaria itu dianggap sebagai pemimpin de facto Uni Eropa yang berhasil menjaga soliditas blok ekonomi beranggotakan 28 negara itu di saat negara-negara anggota diterpa krisis. Ia ibarat 'penentu' ke mana arah kapal UE berlayar.
Tidak mengherankan jika prestasinya di dalam negeri dan di luar negeri membawanya ke peringkat perempuan paling kuat dan berpengaruh di dunia dalam daftar majalah Forbes untuk ke-10 kalinya. Forbes menilai Merkel berhasil memandu Jerman untuk melewati resesi dengan paket stimulus dan subsidi bagi perusahaan yang memotong jam kerja karyawan.
Jerman memasuki 2016 dengan surplus anggaran sebesar 12,1 miliar euro (Rp158 triliun) dan rating AAA dari lembaga pemeringkat kredit. Jadi, di saat negara-negara anggota UE dihantam krisis finansial dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan, ekonomi Jerman malah berbunga di bawah kendali sang 'Mutti' (ibu bangsa), julukan untuk Merkel. Mengenai kebijakan energi, segera setelah bencana Fukushima di Jepang, Merkel membuat pengumuman mengejutkan dia akan menutup 8 dari 17 reaktor nuklir Jerman dan hanya ada beberapa yang tersisa pada 2022.
Langkah itu bagian dari transisi jangka panjang untuk sumber energi alternatif sepenuhnya, yang disebut Energiewende. Kebijakan Merkel mendapat dukungan luas dari seluruh spektrum dan mendorong Jerman sebagai pemimpin dunia untuk mereformasi energi dalam upaya mengatasi masalah pemanasan global. Merkel yang berusia 61 tahun dan memerintah sejak 2005 merupakan kepala negara petahana terlama di lingkup Uni Eropa. Ia dicitrakan sebagai pemimpin yang membumi, bijaksana, pragmatis, dan produktif. Dia telah memainkan peran utama dalam reaksi Eropa terhadap krisis migran dan mengumumkan Jerman akan menyambut pengungsi yang melarikan diri perang sipil Suriah. Pemerintah Jerman mengatakan sekitar 1,1 juta orang mengklaim suaka di negara itu pada tahun lalu. Di antara sederet kebijakan dan terobosan yang diputuskan Merkel itu, yang paling berani ialah membuka perbatasan Jerman yang memungkinkan lebih dari 1 juta imigran dari Suriah dan negara-negara muslim lainnya untuk memasuki tanah 'Negeri Bavaria' dalam beberapa tahun terakhir.
Merkel telah memutuskan menggunakan kekuatannya yang mungkin paling sukar dimengerti menyangkut strategi geopolitik, yakni humanisme semata. Kendati demikian, dia tak segan unjuk kekuatan perang terhadap terorisme untuk melawan kelompok militan Islamic State (IS). Langkah itu praktis memecah tabu era pasca-Nazi mengenai keterlibatan langsung dalam aksi-aksi militer dengan mengirimkan senjata untuk pejuang Kurdi. Pemilu yang akan digelar tahun depan akan menjadi penentuan masa depan Merkel sebagai pemimpin Jerman. Jajak pendapat menunjukkan sikap konstituen terhadap pemerintah berada di titik 'lelah' atau jenuh. Namun, tren negatif itu bukan berarti karier Merkel bakal tamat. Sejauh ini popularitas pemimpin Partai Christian Democratic Union (CDU) itu tetap tinggi. Pemimpin yang tahun lalu pernah dinobatkan sebagai person of the year versi majalah Time itu teguh dengan pendiriannya. "Pemimpin diuji hanya ketika orang tidak ingin mengikuti. Merkel berdiri tegas terhadap tirani serta memimpin dengan gerakan moral," kata editor Time, Nancy Gibbs, seperti dikutip The Guardian. Pujian itu mengacu ke keberanian Merkel yang membuka pintu perbatasan negaranya bagi para pengungs
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved