Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Muslim di New York beramai-ramai mendatangi lokasi pembunuhan seorang imam masjid beserta asistennya yang ditembak mati dari arah belakang oleh pria tidak dikenal di New York, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (13/8).
Sebagian dari mereka menilai penembakan tersebut adalah kejahatan kebencian terhadap agama, meski Kepolisian New York (NYPD) belum dapat memastikannya.
"Penembakan ini tidak mencerminkan Amerika yang sesungguhnya," kata seorang anggota komunitas Muslim di New York, Khairul Islam, seperti dilansir Telegraph, Minggu (14/8).
"Kami menyalahkan Donald Trump atas penembakan ini. Trump dan drama yang diciptakannya telah menciptakan Islamophobia," tambah dia.
Sejak memutuskan mengikuti pemilihan umum presiden AS, Trump menegaskan dirinya akan melarang semua Muslim untuk masuk ke 'Negeri Paman Sam' itu terkait upaya mencegah terjadinya aksi teror.
Pernyataan kontroversial itu dilontarkan usai terjadinya aksi penembakan di San Bernardino yang diklaim kelompok militan Islamic State (IS).
Sejumlah pihak terkejut dengan pernyataan kontroversial Trump, bahkan dari internal Partai Republik. Wacana Trump dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai luhur AS, yang salah satunya adalah menghargai perbedaan.
Menurut keterangan sejumlah saksi, penembak imam bernama Maulama Akonjee dan rekannya, Thara Uddin, adalah pria dengan perawakan sedang. Pelaku berjanggut dan berkacamata ini disebut-sebut mengenakan pakaian hitam dan celana pendek biru.
Akonjee dan Uddin ditembak usai menunaikan ibadah salat di masjid Al-Furqan Jame di Queens sekitar pukul 14.00 siang waktu setempat. Mereka sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun upaya penyelamatan darurat berakhir gagal.
Komunitas Muslim New York merasa semakin tidak aman karena semakin menguatnya Islamophobia di AS. Mereka khawatir kasus serupa akan terjadi di masa mendatang.
"Saya memahami rasa ketakutan itu karena saya juga merasakannya. Tapi sangatlah penting untuk menggelar investigasi menyeluruh," ujar Sarah Sayeed, staf Wali Kota New York Bill De Blasio yang bertugas menjadi perantara dengan komunitas Muslim. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved