Turki Ajak Rusia Gempur IS

13/8/2016 02:15
Turki Ajak Rusia Gempur IS
(Ist)

TURKI menawarkan kerja sama kepada Rusia untuk menggelar operasi bersama menyerang kelompok Islamic State (IS) di Suriah.

Tawaran itu menegaskan makin eratnya hubungan kedua negara setelah pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, pekan ini.

"Kami akan membahas semuanya secara terperinci. Kami mengajak Rusia untuk melancarkan operasi anti-Daesh bersama-sama," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlut Cavusoglu yang menyebut IS dengan Daesh dalam bahasa Arab saat wawancara dengan televisi swasta NTV, Kamis (11/8).

Cavusolgu mengatakan IS di Suriah merupakan musuh bersama kedua negara, Turki dan Rusia, yang harus diperangi.

Erdogan mengunjungi Kota Saint Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia, Selasa (9/8).

Itu merupakan pertemuan pertama sejak kudeta yang gagal ter-hadapnya pada 15 Juli lalu dan setelah penembakan pesawat jet tempur Rusia oleh pasukan udara Turki di perbatasan dengan Suriah.

Tawaran kerja sama itu disambut hangat Deputi Menlu Rusia Mikhail Bogdanov.

"Turki adalah mitra yang sangat penting. Kami sangat gembira dengan apa yang disampaikan Cavusoglu," katanya seperti dilaporkan kantor berita Tass.

Rusia saat ini tengah memerangi kelompok IS di Raqqa, Suriah, yang telah menjadi benteng kelompok itu.

Serangan terbaru Rusia Kamis (11/8) menewaskan sedikitnya 20 warga sipil, demikian menurut kelompok aktivis setempat.

Namun, kelompok Pemantau untuk Hak Asasi Suriah mengatakan serangan itu menewaskan 24 orang.

Selain mengenai warga sipil, juga menghancurkan kilang minyak dan suplai air kota tersebut. (AP/AFP/Hde/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya