Penjara Filipina Rusuh, 10 Napi Tewas

13/8/2016 02:00
Penjara Filipina Rusuh, 10 Napi Tewas
(AP/BULLIT MARQUEZ)

KERUSUHAN hebat mengguncang sebuah penjara di Manila, Filipina, Kamis (11/8) malam.

Akibat kerusuhan tersebut 10 narapidana, termasuk 2 penjahat narkoba asal Tiongkok, tewas. Seorang sipir juga terluka parah dalam peristiwa itu.

Juru bicara Biro Manajemen Penjara dan Penologi, Xavier Solda, mengatakan ke-10 narapidana tersebut tewas akibat ledakan dan baku tembak di penjara Paranaque City, Manila.

Delapan narapidana yang tewas itu merupakan napi kasus narkoba, sedangkan dua lainnya merupakan napi kasus perampokan dan pembunuhan.

"Saat investigasi awal, kami mengonfirmasi bahwa terjadi ledakan di dalam (penjara), tetapi penyebab ledakan masih diselidiki. Penyelidikan masih berlangsung," kata Solda.

Dia mengatakan dalam laporan pemeriksaan sebelum ledakan terjadi, para narapidana ingin bertemu dengan sipir setelah mengetahui mereka akan dipindahkan ke penjara lain.

Solda mengatakan pihaknya masih menyelidiki kemungkinan ledakan itu merupakan bagian dari upaya para narapidana untuk melarikan diri.

Namun, mereka masih menunggu keterangan dari sipir yang terluka parah.

Penyebab kematian para narapidana itu belum dipastikan apakah akibat ledakan granat atau baku tembak.

Dari situs lokal Inquirer.net, kepala kepolisian setempat, Jose Carumba, mengatakan sipir tengah berada di dalam kamar mandi yang berdekatan dengan kantornya ketika ia mendengar 'keributan' antarnarapidana.

Laporan itu mengatakan sipir tersebut mendengar suara tembakan dan tembakan balasan di dalam tahanan saat ia berjalan keluar dari kantornya dan tidak lama kemudian granat meledak.

Carumba menambahkan para pejabat kini tengah menyelidiki bagaimana para narapidana bisa memiliki senjata semiotomatis yang dipakai untuk menembak sipir tersebut.

Kekerasan di penjara Filipina sangat rentan terjadi lantaran kapasitasnya sudah penuh sesak.

Jumlah narapidana di dalam penjara membeludak sejak Presiden Rodrigo Duterte menggelar perang terhadap para penjahat.

Di penjara Quezon City, misalnya, yang memiliki kapasitas 800 orang kini menampung hampir 4.000 orang. (AP/Ire/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya