Lima Provinsi Diguncang 11 Bom

Indah Hoesin
13/8/2016 01:45
Lima Provinsi Diguncang 11 Bom
(AFP/ MUNIR UZ ZAMAN)

LIMA provinsi di Thailand diguncang sedikitnya 11 ledakan bom sepanjang Jumat (12/8).

Serangan tersebut menewaskan empat orang serta melukai puluhan lainnya, termasuk 10 wisatawan asing.

Itu merupakan kekerasan paling buruk di 'Negeri Gajah Putih' sejak kudeta militer dua tahun lalu.

Kepolisian Kerajaan Thailand mengatakan ledakan pertama terjadi di Provinsi Trang, Kamis (11/8) sore.

Ledakan itu menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya.

Dua bom lagi meledak di kota resor Hua Hin pada Kamis malam.

Tiga ledakan berikutnya terjadi pada Kamis malam di jalanan yang ramai dan penuh dengan deretan bar dan restoran di Distrik Hua Hin.

Ledakan di distrik tersebut menewaskan seorang wanita warga negara Thailand dan melukai 20 orang lainnya yang sebagian besar wisatawan.

Seorang wisatawan di Hua Hin, Shane Brett, pascaledakan pertama mengungkapkan kepanikan melanda tempatnya berada setelah terjadi ledakan pertama.

"Saya berada di bar dalam distrik bar utama di Hua Hin di luar Hotel Hilton dan pertama kali saya mendengar suara dentuman dan semua orang terlihat panik," ujar Brett kepada CNN.

Jenderal Sithichai Srisopacharoenrath, kepala kepolisian di Hua Hin, mengatakan bom disembunyikan dalam sebuah pot tanaman dan diledakkan setengah jam kemudian dengan remote control berupa sebuah telepon seluler.

Rentetan ledakan kembali terjadi kemarin pagi. Sedikitnya delapan ledakan bom terjadi di lima provinsi, termasuk di Hua Hin, Surat Thani, Provinsi Trang, Provinsi Phang-nga, dan pulau resor Phuket.

Ledakan di Surat Thani dan Provinsi Trang masing-masing menewaskan satu orang.

Di Provinsi Puket, ledakan terjadi di Pantai Patong dan Jalan Bang La, kawasan wisata populer, ungkap Kepala Kepolisian Phuket, Mayor Jenderal Theerapol Thipcharoen.

Bukan terorisme

Belum ada kelompok yang mengklaim serangan tersebut.

Namun, kepolisian Thailand menyebut insiden tersebut tidak terkait dengan kelompok terorisme internasional atau pun kelompok pemberontak di selatan negeri tersebut.

"Masih terlalu dini untuk menyimpulkan dalang serangan-serangan ini. Namun, serangan ini memiliki pola yang serupa dengan yang digunakan di wilayah-wilayah selatan," papar Kolonel Krisana Patanacharoen, anggota kepolisian Thailand.

Pernyataan Patanacharoen itu ditujukan pada pemberontakan di empat provinsi di Thailand selatan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade dan menewaskan lebih dari 5.000 orang.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan pemerintah telah melakukan yang terbaik untuk menyediakan keamanan dan meminta rakyat negeri itu untuk terus bersama dan tetap kuat.

"Mengapa ini terjadi di saat negeri ini tengah berkembang? Siapa yang tidak ingin melihat Thailand kian baik? Kelompok mana? Temukan buat saya," tegasnya.

Serangan bom pada Jumat (12/8) tersebut bersamaan dengan hari ulang tahun Ratu Thailand, Sirikit.

Thailand telah dilanda keke-rasan politik termasuk beberapa serangan bom sejak Thaksin Shinawatra digulingkan dari jabatannya sebagai perdana menteri melalui kudeta militer di 2006 atas tuduhan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan menghina Raja Bhumibol Adulyadej. (AFP/AP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya