Laut China Selatan Pecah Belah ASEAN

AFP/Aya/I-2
07/8/2015 00:00
Laut China Selatan Pecah Belah ASEAN
()
NEGARA-NEGARA di kawasan Asia Tenggara sulit mencapai kesepakatan untuk merilis pernyataan bersama terkait dengan ketegangan di kawasan Laut China Selatan.

Pasalnya, negara anggota ASEAN yang pro-Tiongkok menolak mengkritik aktivitas reklamasi lahan yang dilakukan Beijing.

Tiongkok menyebabkan ketegangan di kawasan Laut China Selatan dengan memperluas terumbu karang dan membangun pos militer.

Hal itu dipandang negara-negara tetangga mereka sebagai pelanggaran atas kesepakatan antiprovokasi di kawasan tersebut.

Seorang sumber mengatakan Filipina dan Vietnam mendorong ASEAN agar mengeluarkan pernyataan keras atas aksi reklamasi yang dilakukan Tiongkok.

Namun, hal itu ditolak negara-negara yang secara tradisional merupakan sekutu Tiongkok di asosiasi yang beranggotakan 10 negara tersebut.

"Para sekutu Tiongkok mengambil sikap yang keras," ujar sumber yang tidak disebutkan namanya itu.

Sumber itu tidak menyebutkan negara yang menolak untuk bersikap keras terhadap Tiongkok.

Namun, Kamboja, Laos, dan Myanmar selama ini dikenal sebagai negara sekutu di dalam ASEAN.

Tarik-menarik dalam pertemuan kali ini mengulangi apa yang terjadi di KTT ASEAN 2012 di Kamboja kala asosiasi negara-negara Asia Tenggara itu untuk pertama kalinya dalam sejarah selama empat dekade gagal menelurkan pernyataan bersama.

Kamboja kala itu dituding menciptakan perselisihan antaranggota ASEAN dengan menolak mengizinkan pernyataan yang mengkritik Tiongkok atas klaim teritorium laut yang mereka lakukan.

"Tiongkok sudah tahu benar cara kerja ASEAN mengenai Laut China Selatan. Mereka tahu betul cara memecah belah kita. Lihat apa yang terjadi di Kamboja," ungkap seorang diplomat yang menolak disebutkan namanya.

Utusan dari 27 negara termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok berada di Kuala Lumpur di hari terakhir pertemuan membahas keamanan regional yang didominasi pembicaraan mengenai Laut China Selatan.

Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, salah satu rute perkapalan utama yang diperkirakan kaya gas dan minyak.

Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei, seluruhnya negara anggota ASEAN, juga mengklaim wilayah laut itu.

Begitu juga dengan Taiwan.

Selama ini, AS dan negara-negara Asia Tenggara menyerukan penghentian reklamasi lahan dan pembangunan di kawasan Laut China Selatan.

Sebelumnya, Tiongkok mengabaikan seruan itu.

Namun, Rabu (5/8), Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menegaskan aktivitas reklamasi yang mereka lakukan telah dihentikan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya