K-pop dan Lagu Satu Nusa Satu Bangsa

Andhika Prasetyo/I-1
07/8/2015 00:00
K-pop dan Lagu Satu Nusa Satu Bangsa
(DOK KEDUBES KOREA SELATAN)
DENGAN aksesori kipas bundar berwarna-warni, tiga perempuan Indonesia berbalut hanbok merah muda, pakaian tradisional Korea, lihai membawakan tarian tradisional Korea Selatan (Korsel), Buchae Chum.

Tarian selama 2 menit itu membuka acara pengenalan budaya Korsel di Indonesia yang digelar di Kedutaan Besar Korsel, Jakarta, kemarin.

Acara yang dihadiri Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Cho Tai-young, itu juga menyuguhkan tarian modern diiringi lagu pop yang masih mewabah di Indonesia, yang lebih populer dengan sebutan K-pop.

Kelompok tari modern beranggotakan empat dara muda asal Bandung yang menamai kelompoknya Wings itu juga unjuk kebolehan di panggung. Tepuk tangan meriah menyambut akhir penampilan mereka.

Para penampil tersebut merupakan warga Indonesia yang tergabung dalam Hansamo, organisasi mandiri yang didirikan pada 2006 sebagai wadah apresiasi masyarakat Bandung atas budaya Korsel.

"Annyeonghaseyo," ucap Dubes Cho dalam sapaan khas bahasa Korea. Cho, yang kemarin mengenakan batik berwarna merah-hitam, mengungkapkan kegembiraan dan terima kasihnya.

"Tujuan penting acara ini ialah mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang menerima dan mencintai budaya kami," tutur Cho.

Tidak hanya itu, Cho melanjutkan, "Juga sebaliknya, kami juga sangat mencintai Indonesia. Korea dan Indonesia adalah satu." Sang dubes lantas menunjuk spanduk besar bertuliskan 'Ayo Kita Bersatu'.

Cho juga mengungkap ingin terus memperkenalkan budaya Korsel ke Indonesia serta membawa budaya Indonesia ke Korsel.

"Kami ingin terus memajukan kerja sama di bidang kebudayaan. Bahkan, Korsel dan ASEAN telah sepakat membangun Pusat Budaya ASEAN di negara kami. Jadi, kita bisa mempelajari budaya satu sama lain," jelas dia.

Di sela-sela sambutannya, dubes yang dikenal ramah dan humoris itu juga beberapa kali melemparkan kelakar.

"Jika kalian belum tahu, sebenarnya nama saya mirip dengan Presiden Indonesia. Coba lihat, Cho Tai-young. Jo-ko-wi. Mirip, kan? Sebenarnya kami bersaudara," tutur Cho seraya tertawa dan disambut gelak hadirin.

Dubes juga rupanya tidak ingin kalah dari komunitas Hansamo, yakni warga Indonesia yang fasih menari dan menyanyikan lagu K-pop tadi.

Untuk membuktikannya, Cho pun dengan lancar menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa ciptaan Liberty Manik.

Ternyata bukan itu saja.

"Saya juga hapal lagu Sakitnya Tuh di Sini, Cita Citata. Saya juga hapal beberapa lagu D'Masiv. Namun, lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang paling saya sukai. Lagu ini simpel tapi penuh dengan kekuatan," tutup Dubes Cho.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya