Jepang Kenang Tragedi Hiroshima

AFP/Pra/I-2
07/8/2015 00:00
Jepang Kenang Tragedi Hiroshima
(AP/KYODO PHOTO)
PULUHAN ribu orang berkumpul di Peace Memorial Park, Hiroshima, Jepang, kemarin, untuk mengenang 70 tahun peristiwa bom atom yang menewaskan sekitar 140 ribu jiwa di kota tersebut.

Lonceng-lonceng berdentang tepat pukul 08.15 waktu setempat atau 06.15 WIB yang menandai terjadinya peristiwa mengerikan tersebut.

Serentak, lautan manusia mengheningkan cipta dan merenungi kisah nyata kelam ketika kota tercinta mereka melebur dan berubah menjadi neraka.

"Sebagai satu-satunya negara yang pernah menjadi korban bom atom, kami mempunyai misi untuk menciptakan dunia tanpa senjata nuklir," ujar Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam acara yang dihadiri anak-anak, para penyintas, dan delegasi yang mewakili 100 negara itu.

Abe mengatakan Jepang berencana mengajukan resolusi baru untuk menghapuskan senjata nuklir di sidang umum PBB yang digelar tahun ini.

"Kami telah menyampaikannya lintas generasi dan perbatasan, senjata nuklir adalah sebuah kebiadaban," tegasnya.

Dalam pidatonya, Abe juga menyatakan penyesalan atas tindakan Jepang terhadap negara-negara Asia selama Perang Dunia II.

"Saya mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas perang yang terjadi di masa lalu. Kini, Jepang berkomitmen untuk berkontribusi lebih banyak demi memajukan dunia, wilayah Asia-Pasifik pada khususnya," ungkap Abe.

Sejak peristiwa Hiroshima 70 tahun lalu, Jepang selalu mengukuhkan dirinya sebagai korban dari kejahatan perang.

Namun, hal tersebut hingga kini masih menjadi perdebatan.

Apakah Amerika Serikat (AS) telah melakukan hal yang benar dengan menjatuhkan bom atom untuk menghentikan Perang Dunia II.

"Upacara seperti ini hanya memberikan kita fakta bahwa Jepang juga merupakan pelaku kejahatan perang. Dengan cara yang dilakukan untuk menghentikannya, ini menunjukkan betapa mahir dan liciknya Jepang," ujar penulis editorial di Surat kabar China's Global Times.

Paul Tibbets, yang memiloti Enola Gay, sebelum kematiannya pada 2007, mengatakan ia tidak pernah memiliki keraguan ketika menjatuhkan bom tersebut.

"Saya tahu kami melakukan hal yang benar," katanya dalam sebuah wawancara surat kabar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya