Tuntaskan Misteri MH370

Haufan Hasyim Salengke
07/8/2015 00:00
Tuntaskan Misteri MH370
()
PERDANA Menteri Malaysia (PM) Najib Razak secara resmi mengumumkan kesimpulan kajian tim investagasi internasional bahwa serpihan pesawat yang ditemukan di pantai Pulau La Reunion di Samudra Hindia, pekan lalu, ialah benar milik pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014.

Konfirmasi yang diumumkan Najib di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (5/8) waktu setempat, lalu ditegaskan kembali kemarin itu mengakhiri penantian panjang keluarga 239 penumpang dan kru yang menjadi korban.

"Hari ini, 515 hari sejak pesawat menghilang, dengan sangat berat hati saya harus memberi tahu Anda bahwa tim pakar internasional telah menyimpulkan secara meyakinkan bahwa puing-puing pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion memang milik MH370," kata Najib.

Pemimpin yang tengah terseret skandal korupsi itu menambahkan, "Kami sekarang memiliki bukti fisik itu, seperti yang saya umumkan pada 24 Maret tahun lalu, penerbangan MH370 berakhir tragis di bagian selatan Samudra Hindia."

Keluarga korban berharap bukti pertama itu akan membantu memecahkan misteri secara tuntas, termasuk penyebabnya jatuhnya MH370.

Namun, banyak juga kerabat yang mengungkap kemarahan dan sikap tidak percaya.

"Saya tidak percaya informasi terbaru mengenai pesawat (MH370), mereka (pejabat terkait) telah membohongi kita sejak pertama kali," ujar Zhang Yongli, yang anak perempuannya menjadi penumpang. Kerabat lainnya, Bao Lanfang, juga berpendapat, "Semua orang telah bohong kepada kami."

Pihak berwenang Australia, yang telah memimpin pencarian multinasional pesawat Boeing 777 itu, mengungkapkan keyakinan baru bahwa pencarian MH370 berada di jalur yang benar.

"Komponen sayap yakni sebuah flaperon tampaknya menunjukkan bahwa pesawat itu jatuh. Lebih kurang kami berpikir begitu. Itu menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya kita sedikit lebih dekat untuk memecahkan misteri ini," ungkap PM Australia Tony Abbott.

Setelah ditemukan penduduk, flaperon diterbangkan ke Toulouse, Prancis, dan secara resmi diteliti pada Rabu (5/8).

Pengujian dilakukan tim internasional gabungan dari pakar teknisi Malaysia, Prancis, dan perwakilan dari Boeing.

Belum cukup
Sejumlah keluarga korban menilai konfirmasi yang disampaikan PM Najib belum cukup.

Mereka juga meminta otoritas bisa menyingkap penyebab hilangnya pesawat dan alasan pesawat bisa terbang selama berjam-jam setelah komunikasi dan sistem pelacakan mati.

Dalam pengumuman itu PM Najib memang tidak menunjukkan indikasi bahwa analisis puing yang telah ditemukan, juga hasil analisis yang telah ditentukan itu memberikan petunjuk tentang penyebab hilangnya MH370.

"Sekarang saya ingin tahu di mana tubuh utama pesawat agar kita dapat menemukan penumpang dan mendapatkan kotak hitam sehingga kita bisa mengetahui apa yang terjadi. Dengan begitu, kita semua akan dapat menyudahi semuanya," kata Jacquita Gonzales, istri pramugara kepala MH370, Patrick Gomes.

Sementara itu, penyelidikan serpihan yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari MH370 itu dilanjutkan kemarin di laboratorium militer Prancis.

Tim pakar internasional memulai analisis kedua pada flaperon yang ditemukan di Pulau La Reunion. (AFP/Al Jazeera/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya