Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Dunia kini tengah dilanda krisis kepemimpinan. Kenyataan itu diungkapkan asosiasi staf karyawan lembaga keuangan tersebut melalui sebuah surat terbuka, Kamis (11/8). Surat itu berawal dari pembicaraan informal mengenai pemilihan presiden lembaga tersebut untuk menggantikan pemimpin saat ini Jim Yong-kim. Sejauh ini, belum diketahui apakah pria asal Amerika Serikat itu bakal kembali maju atau tidak dalam pemilihan berikutnya. Sejak menjabat pada 2012, Kim yang didukung Presiden AS Barack Obama saat pemilihan lalu, memangkas struktur pegawai yang menyulitkan karyawan. Survei internal yang dilakukan menunjukkan sebagian besar karyawan tidak percaya terhadap kepemimpinan para manajer senior. "Bank Dunia selalu menyerukan pemerintahan yang bersih, transparan, persamaan, dan kompetisi yang sehat dan pemilihan berdasarkan prestasi. Sayangnya, semua prinsip itu justru tidak dijalankan pemimpin di lembaga ini," demikian pernyataan dalam surat terbuka yang mewakili lebih dari 15 ribu karyawan.
"Sebaliknya, kami selama ini menerima kenyataan selama 12 kali berturut-turut dipimpin orang Amerika," lanjut pernyataan itu lagi. Jika selama ini Dana Moneter International (IMF) selalu dipimpin orang-orang Eropa, Bank Dunia kerap dikuasai orang AS. Hal itu seperti peraturan tidak tertulis. Di tengah krisis kepemimpinan dan ketidakpercayaan dari kalangan dalam, lembaga keuangan itu (Bank Dunia) harus menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya dari Tiongkok sebagai salah satu negara kuat di bidang ekonomi. "Hanya 1 dari 3 karyawan di lembaga ini yang tahu di mana letak kepemimpinan para senior kami," tulis surat itu lagi. Surat itu juga meminta seleksi pemilihan presiden berikutnya harus lebih transparan dan terbuka, baik untuk pria maupun perempuan. "Dunia telah berubah dan kita pun mesti berubah." Saat dihubungi AFP, pihak World Bank mengatakan sejak 2011, dewan direksi lembaga itu, yang mewakili 189 negara anggota, telah menjalankan sistem pemilihan semacam itu. "Prinsip itu telah kita terapkan saat pemilihan pada 2012 lalu dan juga pada pemilihan berikutnya," demikian jawaban Bank Dunia melalui e-mail.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved