Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK berwenang Malaysia mengungkapkan bahwa ancaman teroris yang ada di Malaysia saat ini bertambah banyak dan polisi terus mengupayakan untuk menggagalkan ancaman teror tersebut.
Teror serangan terbanyak datang dari pengikut kelompok militan Islamic State (IS) lokal yang berada di Malaysia.
"Ancaman ini tentu membuat kekacauan. Sebagian ancaman didalangi oleh pengikut IS di Malaysia tanpa instruksi atau koordinasi dari Suriah," ujar asisten Direktur Utama Polisi Kontra Terorisme Malaysia Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay seperti dikutip Strait Times, Rabu (10/8).
Kini, IS makin melebarkan sayapnya ke daerah Asia Tenggara yang dimulai dengan merekrut militan-militan lokal terlebih dahulu dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Hal ini pun terkait dengan penangkapan enam orang terduga teroris yang akan melancarkan serangan roket ke Marina Bay, Singapura. Namun, aksi ini digagalkan oleh otoritas Indonesia.
Penangkapan mereka pun tidak luput dari kolaborasi antara Malaysia, Indonesia, dan Singapura.
"Apa yang terjadi di Singapura adalah hasil sharing informasi dari Indonesia dan Malaysia sehingga kami dan pihak berwenang Singapura segera mengambil tindakan," katanya.
Pada Juni lalu, IS meluncurkan serangan pertama di Malaysia di mana dua orang melemparkan granat ke Barrage di Puchong, Selangor dan melukai delapan orang.
Polisi Malaysia mengatakan bahwa keamanan Malaysia saat ini masih di bawah kendali. Sejak 2013, tercatat bahwa Malaysia telah menangkap 230 anggota IS dan penangkapan terbesar terjadi pada tahun ini.
"Dari total 200 adalah orang Malaysia. Polisi mengamankan 48 orang sedangkan 77 lainnya menjadi terdakwa, sementara 59 orang lainnya dibebaskan karena tak terbuktu berafiliasi dengan IS," tuturnya.
Sementara itu, 90 warga Malaysia juga diketahui telah pergi ke Suriah. Laporan mengatakan bahwa 21 orang tewas, di antaranya ada tujuh pelaku bom bunuh diri. Ada pula yang kembali ke Malaysia dan langsung ditangkap berjumlah delapan orang.
Malaysia pun telah memulai program rehabilitasi bagi mantan teroris. Ia menegaskan bahwa tingkat keberhasilan Malaysia dalam menjalankan program rehabilitasi sebesar 95%. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved