Rousseff Segera Diadili

(AFP/Ihs/I-1)
11/8/2016 03:20
Rousseff Segera Diadili
(AP Photo/Eraldo Peres)

SENAT Brasil, rabu (10/8), memutuskan untuk menggelar persidangan pemakzulan Presiden nonaktif Dilma Rousseff. Persidangan yang akan digelar pada 25 Agustus itu bakal secara permanen mengapuskan Rousseff dari kekuasaan. Hasil voting di senat kemarin menghasilkan 59 suara yang mendukung persidangan bagi Rousseff dan 21 suara menolak. Sebelumnya, Rousseff yang merupakan perempuan presiden pertama di Amerika Selatan diberhentikan sementara dari jabatannya pada Mei qqlalu atas tuduhan pemalsuan anggaran keuangan negara. Untuk sementara, kekuasaan negara dipegang wakilnya, Michel Temer. Rousseff menyebut hal yang dilakukannya merupakan praktik yang biasa dilakukan pemerintahan sebelumnya.

Ia menuding upaya pemakzulan itu sebagai upaya kudeta terselubung. Namun, apa pun pembelaannya, senat Brasil telah memutuskan untuk menyeretnya ke pengadilan. Setelah perdebatan panjang yang berakhir kemarin, lawan politik Rousseff tanpa kesulitan merebut suara mayoritas dari 81 anggota senat dan bahkan melampaui dua pertiga mayoritas suara yang diperlukan untuk memutuskan persidangan Rousseff. "Apa yang kita bicarakan hari ini ialah mempertahankan konstitusi dan demokrasi itu sendiri. Siapa yang melakukan kejahatan akan bertanggung jawab untuk itu," ujar Senator Aecio Neves yang merupakan saingan kuat Rousseff.

Jika Rousseff resmi dipecat, presiden sementara Brasil yang juga mantan wakil presiden Rousseff, Michel Temer, akan menduduki posisi presiden hingga pemilihan pada 2018. Temer dituduh Rousseff sebagai dalang kudeta politik terhadap dirinya. Sementara itu, sekitar 250 pendukung Rousseff berdemonstrasi di pusat Kota Sao Paulo ketika para sekutu Rousseff berjuang mendukung dirinya di senat. Krisis politik yang terjadi di Brasil sedikit mencoreng wajah negeri itu yang tengah menampilkan citra sebagai kekuatan ekonomi berkembang dan stabilitas politik melalui helatan Olimpiade pertama di Amerika Selatan.

Perekonomimian Brasil pun tengah terpuruk dalam resesi paling buruk selama 80 tahun terakhir. Selain itu, megaskandal korupsi terkait perusahaan minyak negara, Petrobras, melibatkan banyak petinggi negeri itu. Pertengahan Juli lalu, Menteri Pariwisata Brasil Henrique Eduardo Alves mengundurkan diri setelah diduga terlibat dugaan suap senilai US$445 ribu dari perusahaan minyak milik negara, Petrobras. Alves menjadi menteri ketiga dalam pemerintahan sementara Presiden Michel Temer yang mundur. Sebelumnya, Temer telah ditinggalkan Menteri Transparansi Fabiano Silveira dan Menteri Perencanaan Romero Juca yang mengundurkan diri dari kabinet Brasil sejak bulan lalu. Pada upacara pembukaan Olimpiade pada Jumat (5/8) lalu, Temer pun mendapat cemooh dari kerumuman penonton. Hal yang sama juga terjadi ketika Rousseff membuka Piala Dunia pada 2014 lalu, yang mencerminkan kemuakan masyarakat Brasil terhadap seluruh politikus negeri itu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya