Pesawat Terbesar di Dunia Siap Terbang Tahun Depan
MI/Aya/I-2
05/8/2015 00:00
()
PESAWAT terbesar di dunia bersiap mengangkasa awal 2016. Pesawat bernama Stratolaunch Carrier itu kini tengah dirakit di Mojave Air and Spaceport di California, Amerika Serikat (AS). Dengan lebar sayap 117 meter dan berat 544.311 kg, Stratolaunch bisa mencapai angkasa lebih cepat dengan biaya lebih murah ketimbang teknologi yang ada. Jika rampung, Stratolaunch akan dioperasikan enam buah mesin kelas 747.
Lebar sayap Stratolaunch lebih panjang daripada Hughes H-4 Hercules yang selebar 97 meter. Sementara itu, Boeing 747-8 hanya memiliki lebar sayap 68 meter. Pesawat itu bermula dari gagasan co-founder Microsoft Paul Allen dan co-founder perusahaan angkasa luar Scaled Composite Burt Rutan. Mereka fokus kepada penerbangan murah.
Stratolaunch akan terbang setinggi 9.144 meter dan meluncurkan roket dari ketinggian untuk menghindari biaya bahan bakar jika roket itu diluncurkan dari bumi. Selain meluncurkan satelit, Stratolaunch bisa meluncurkan pesawat angkasa luar Dream Chaser. "Pesawat ini menyediakan kemampuan respons tinggi dengan potensi mencapai bermacam tujuan LEO dan memulangkan astronaut serta muatan ke landasan dalam 24 jam," tutur Presiden Vulcan Aerospace Chuck Beames seperti dilansir Daily Mail.
Vulcan Aerospace merupakan perusahaan baru yang dibangun Allen pada April lalu untuk mengawasi proyek ambisiusnya. Sistem proyek Stratolaunch terinspirasi oleh sistem yang digunakan Spaceshipone yang memenangi US$10 juta dari Ansari X Prize pada 2014 sebagai kendaraan berawak pertama yang didanai swasta dan mencapai angkasa luar.
"Kemampuan Stratolaunch untuk meluncur dari berbagai lokasi memungkinkan satelit dan manusia untuk secara efisien dimasukkan ke orbit yang paling optimal pada saat memilih pelanggan," kata Beames. Roket yang akan diluncurkan Stratolaunch dikembangkan Orbital ATK dan dirancang menggunakan bahan bakar padat di tahap rendah dan dijalankan tenaga mesin RL-10. Namun, Beames dikabarkan juga tengah mencari kendaraan peluncur lainnya.
Setiap badan pesawat memiliki panjang 72 meter dan akan disokong 12 roda pendaratan dan dua roda gigi. Allen menegaskan proyek itu akan mempertahankan posisi terdepan AS dalam eksplorasi angkasa. Beberapa perusahaan berkompetisi mengembangkan pesawat untuk mengirim kargo dan astronaut ke Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS).