Najib Tuding Korupsi 1MDB Dipolitisasi

(MTVN/AFP/Hym/I-2)
05/8/2016 03:50
Najib Tuding Korupsi 1MDB Dipolitisasi
(AFP)

PERDANA Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menegaskan skandal kasus korupsi yang melibatkan dirinya dan perusahaan negara yang ia bentuk, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) merupakan isu bisnis yang dipolitisasi. Najib dituduh menyalurkan dana senilai US$700 juta (Rp9,2 triliun) dari 1MDB ke rekening pribadi. Keluarga dan orang dekat perdana menteri juga diduga terlibat dalam mega skandal itu. Tuduhan ini membuat Najib didesak mundur, termasuk dari tokoh oposisi mantan PM Mahathir Mohamad. "Ini merupakan suatu isu bisnis sebenarnya, tapi dijadikan isu politik," ujar PM Najib, dalam wawancara eksklusif dengan Metro TV di Jakarta yang disiarkan dalam program Primetime News, Rabu (3/8) malam.

PM Najib membela diri dan membantah semua tuduhan tersebut. Ia mengatakan pemerintah Malaysia akan bekerja sama dalam penyelidikan internasional untuk mengungkap kasus 1MDB tersebut. Terkait dengna aliran dana ke rekening pribadinya, Najib menyebut uang itu merupakan pemberian Raja Arab Saudi kepada dirinya. Ia mengatakan politisasi skandal 1MDB lebih bersifat personal. "Motifnya jelas. Ada yang tidak suka dengan kepemimpinan saya. Mereka mencoba menjatuhkan saya," ujar Najib. Menurut Najib, skandal 1MDB itu tidak akan menggoyahkan pemerintahannya. Hal itu dapat dilihat dari kemenangan besar Partai UMNO yang tergabung di koalisi Barisan Nasional dalam pemilihan umum parlemen pada Juni lalu.

Kandidat dari UMNO Budiman Mohamad Zohdi memenangi kursi parlemen Sungai Besar di Malaysia bagian barat, sementara Mastura Mohamad Yazid mendapat kursi Kuala Kangsar di wilayah utara. "Kalau kita jadikan ini sebagai ukuran dalam sistem demokrasi terbuka, rakyat telah membuat pilihan," tutur PM Najib, yang mengklaim dirinya masih didukung sebagian besar warga Malaysia. Sebelumnya, pihak berwenang Singapura (21/7) mengumumkan telah menyita aset milik Kuala Lumpur senilai hampir US$180 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Penyitaan dilakukan setelah mereka menemukan dugaan penggelapan dan pencucian uang yang terkait dengan skandal 1MDB.

Separuh dana itu mengalir ke seorang pengusaha yang juga kawan dekat Najib. Selain Singapura, Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Loretta Lynch juga akan menyita aset milik Malaysia senilai lebih dari US$1 miliar (Rp13 triliun). Menurut Kementerian Kehakiman AS, dana itu habis untuk membeli hak film The Wolf of Wall Street, membeli karya seni dari seniman Claude Monet dan Vincent van Gogh, investasi sebesar US$250 juta di Parklane Hotel, New York, investasi US$176 juta di EMI Music, dan US$100 juta untuk realestat di AS dan Inggris.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya