Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UCAPAN dan sikap kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang kontroversial, membuat gerah sejumlah tokoh partai itu. Mereka pun mempertimbangkan untuk beralih mendukung kandidat yang diusung kubu lawan (Partai Demokrat), Hillary Clinton. Sementara itu, sebutan 'dump Trump' yang diberikan kandidat capres Republik tahun 2012, Mitt Romney pada awal tahun lalu, terus melekat di diri Trump dan masih belum jelas apakah pembelotan ke kubu Clinton akan meluas setelah sejumlah kelakuan dan ucapan buruk dipertontonkan konglomerat AS tersebut. Sejumlah kelakukan buruk Trump, antara lain melontarkan ejekan berbau rasial kepada orang tua dari seorang tentara muslim Amerika Serikat (AS) yang telah gugur, menolak untuk mengembalikan tawaran pemilihan ulang Ketua DPR AS, Paul Ryan, dan ucapannya yang antiimigran.
Hal-hal semacam ini membuat Partai Republik khawatir. "Dia belum berbuat apa pun untuk menjadi presiden AS yang potensial," ujar mantan juru bicara senat, Newt Gingrich dari Partai Republik. Gingrich juga mengingatkan bahwa Trump akan memuluskan jalan Clinton dalam pemilihan jika tidak mengubah sikapnya. Meg Whitman yang juga seorang konservatif menjadi tokoh terbaru Partai Republik yang memberikan dukungannya kepada Clinton dengan mengatakan bahwa Trump telah menggerogoti karakter nasional AS. Ketua Komite Nasional Partai Republik, Reince Priebus, juga disebutkan sangat marah setelah Trump menolak untuk mendukung kampanye pemilihan kembali Paul Ryan. Tokoh Republik lainnya, Richard Armitage, yang menjabat sebagai wakil sekretaris negara di masa George W Bush dan wakil sekretaris pertahanan di bawah Ronald Reagan, juga menarik dukungannya dari Trump pada Juni lalu.
Brent Scowcroft, penasihat keamanan nasional dua presiden Republik sebelumnya, juga memilih mendukung Clinton, serupa dengan mantan senator Republik, Larry Pressler dari South Dakota. Dukungan untuk Clinton juga mengalir dari Richard Hanna, anggota Kongres dari Partai Republik yang memilih memberikan dukungannya kepada kandidat Demokrat itu dibanding kepada Trump. Sementara itu, polling oleh Fox News menunjukkan Clinton unggul 10 poin daripada Trump dengan perbandingan suara 49% dan 39%. Bulan lalu polling tersebut hanya terpaut 6 poin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved