Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN orang bertelanjang dada bergeletakan di ruang sempit dan pengap. Bahkan, di antara mereka ada yang terpaksa tidur di tangga. Dengan beralaskan lantai semen yang retak, mereka bahkan sulit membaringkan diri. Begitulah gambaran umumnya kondisi sejumlah penjara di Filipina saat ini. Kantor berita Agence France-Presse (AFP) baru-baru ini melansir sejumlah foto yang menggambarkan situasi memprihatinkan di penjara Kota Quezon. Di rumah tahanan itu, ribuan napi berdesakan dalam ruang yang sempit dan tak manusiawi. Bayangkan, kapasitas penjara yang dibangun enam dekade lalu itu semula dibuat untuk menampung 800 tahanan. Sekarang fasilitas itu dihuni 3.800 tahanan pria.
Bisa dibilang tak ada ruang untuk sekadar meluruskan kaki. Para narapidana itu harus bergantian tidur di lantai lapangan basket terbuka, di tangga-tangga, dan di tempat tidur gantung yang terbuat dari selimut tua. Tubuh mereka dikemas bak ikan sarden, tidak dapat berbaring. Sejak Rodrigo Duterte, presiden Filipina yang dilantik Juni lalu, menyatakan perang terhadap pelaku kriminal, khususnya yang terkait narkoba, telah ribuan orang ditangkap.
Akibatnya, penjara pun sesak. Sejumlah gambar yang menyingkap kondisi buruk penjara Filipina itu memicu desakan dari anggota parlemen dan kelompok hak asasi agar pemerintah setempat segera mereformasi sistem pidana.
"Ratusan orang setengah telanjang tergeletak di trotoar di panas terik, putus asa mencoba untuk tidur di tengah kekacauan. Ini ialah snapshot sebenarnya mengenai kepadatan mengerikan di penjara Filipina," kata Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah pernyataan. Kelompok pemerhati hak asasi manusia yang berbasis di New York, Amerika Serikat, itu menyatakan banyak fasilitas penjara atau tahanan lain di Filipina yang juga gagal memenuhi standar minimum PBB, terutama yang berkaitan dengan gizi tahanan dan sanitasi. Sejak dilantik, Duterte memang telah mengumandangkan perang besar untuk membersihkan jalanan dari kriminalitas dengan menumpas dan menangkap puluhan ribu penjahat.
Polisi mengatakan 402 tersangka narkoba telah ditembak mati dalam satu bulan terakhir dan ribuan lainnya telah ditahan. Saat dilantik, Duterte mengaku tidak peduli kritik tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dialamatkan kepadanya. Dia bahkan siap dikenang seperti diktator dari Uganda, Idi Amin. Anggota parlemen yang terkenal vokal, Leila de Lima, mengatakan dia akan mengajukan resolusi ke majelis tinggi senat untuk meninjau kembali keadaan fasilitas penjara. "Anda tidak akan pernah bisa berharap untuk benar-benar melaksanakan program mereformasi penjara jika fasilitasnya usang dan penuh sesak seperti itu," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved