Ahli Penerbangan Bertemu di Paris

MI/Andhika Prasetyo
04/8/2015 00:00
Ahli Penerbangan Bertemu di Paris
(AFP / RICHARD BOUHET)
Seluruh bagian puing yang ditemukan di La Reunion itu akan diperiksa dengan menggunakan mikroskop elektron yang dapat memperbesar objek hingga 10 ribu kali. PARA ahli penerbangan Malaysia dan Prancis, kemarin, bertemu di Paris, ibu kota Prancis, untuk mengoordinasikan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan kasus hilangnya Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.

Delegasi Malaysia yang dipimpin Direktur Jenderal Penerbangan Sipil Azharuddin Abdul Rahman juga bertemu dengan petinggi kepolisian dan pejabat peradilan 'Negeri Mode' itu yang ditugasi untuk membantu kasus yang telah menjadi misteri selama 16 bulan tersebut. Para ahli aviasi dari beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, juga dijadwalkan bergabung dengan tim dari kedua negara tersebut.

Mereka akan tiba di Paris pada Rabu (5/8) untuk memeriksa komponen sayap yang ditemukan di pesisir Pantai La Reunion, pada Rabu (29/7), pekan lalu. Puing yang merupakan sebuah flaperon tersebut akan diteliti melalui proses fisika dan kimia untuk membuktikan apakah benar gugusan sayap yang ditemukan itu merupakan bagian dari pesawat MH370.

Seluruh bagian puing tersebut akan diperiksa dengan menggunakan mikroskop elektron yang dapat memperbesar objek hingga 10 ribu kali. "Dengan demikian, kita dapat mengetahui bagaimana flaperon itu rusak," ujar mantan Direktur Penelitian di Direktorat Jenderal Peralatan Perang Prancis Pierre Bascary. Namun, Bascary mengaku pesimistis dengan hasil pemeriksaan nanti.

Pasalnya, untuk mengetahui apa yang terjadi pada MH370, menurut Bascary, mereka memerlukan bagian yang berada di pusat penyebab terjadinya kecelakaan yang menewaskan 239 orang tersebut. "Dengan apa yang kita miliki sekarang, hanya 2 meter dari seluruh bagian pesawat, kemungkinannya cukup kecil. Akan sangat sulit untuk bisa memastikan penyebab dari kecelakaan tersebut," paparnya.

Cari puing lain
Sementara itu, ribuan kilometer dari Prancis, penduduk Pulau La Reunion yang menjelajahi pantai berharap dapat menemukan lagi puing-puing lain yang mungkin bisa memberikan petunjuk lebih lanjut dari misteri hilangnya MH370. Salah satu sumber dari proses investigasi di tempat kejadian menggambarkan Pantai La Reunion saat ini sudah seperti lahan berburu harta karun.

"Penduduk melaporkan apa saja yang mereka temukan, bahkan sampah laut sekalipun," tutur sumber yang tidak disebutkan namanya tersebut. Sebelumnya, pada Minggu (2/8), otoritas setempat sempat digegerkan dengan sebuah objek yang ditemukan penduduk yang diduga merupakan pintu pesawat. Namun, setelah diperiksa, ternyata objek tersebut sama sekali bukan bagian Pesawat MH370.

"Objek logam tersebut adalah sebuah tangga. Itu bukan pintu pesawat," ujar Direktur Jenderal Penerbangan Sipil Malaysia Azharuddin Abdul Rahman. Namun, hal tersebut, menurut juru bicara Pemerintah Saint-Andre Jean-Yves Sambimanan, bukanlah kesalahan para penduduk. "Dengan ditemukannya sebuah puing, kini orang-orang menjadi lebih waspada. Mereka akan berpikir setiap benda logam yang mereka temukan di pantai merupakan bagian dari MH370, walaupun kenyataannya bukan. Hal tersebut sangat sulit karena terdapat banyak benda di sepanjang pantai," jelas Sambimanan.

Sambimanan juga mengatakan bahwa para penghuni Pulau La Reunion merasa heran karena sejak puing ditemukan, tidak ada pencarian resmi yang dilakukan di sepanjang garis pantai pulau koloni Prancis tersebut. "Jika objek yang kami temukan ternyata berasal dari pesawat itu, akan sangat disayangkan jika tidak dilaporkan. Kita tidak pernah tahu," kata Luc Igounet, penduduk setempat yang menemukan objek logam yang ternyata merupakan sebuah tangga. Ilmuwan mengatakan sangat mungkin jika arus laut membawa puing-puing pesawat MH370 ke Pulau La Reunion. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya