Hujan Angin Monsun Landa Asia

MI
04/8/2015 00:00
Hujan Angin Monsun Landa Asia
(AFP)
HUJAN yang ditimbulkan angin monsun melanda kawasan Asia dan menewaskan ratusan orang.

Di Myanmar yang merupakan wilayah dengan hujan angin monsun paling deras, apalagi diperparah Siklon Komen, 46 orang dinyatakan telah tewas sejauh ini.

Adapun lebih dari 200 ribu warga terdampak bencana banjir dengan ketinggian air mencapai atap rumah.

Pemerintah Myanmar memfokuskan upaya penyelamatan dan pemulihan bencana di empat wilayah di Myanmar tengah dan barat. Keempat wilayah itu telah dinyatakan sebagai wilayah bencana nasional.

Di Kalay, wilayah Sagaing, Myanmar, ribuan warga telah ditempatkan di kamp-kamp pengungsian karena rumah-rumah mereka telah tersapu oleh banjir.

''Kami sudah pernah mengalami kebanjiran, tapi tahun ini benar-benar parah!'' ucap Htay Shein, 62, yang menghuni kamp pengungsian di Kalay.

Hingga kemarin, banjir masih tinggi di Myanmar. Warga menyelamatkan diri dengan membuat sendiri rakit-rakit darurat, termasuk menggunakan ban bekas, kayu-kayu tua, juga botol-botol plastik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan beberapa hari mendatang warga masih harus bersiap menghadapi bencana yang lebih buruk, termasuk dari luapan sungai-sungai.

''Tim penilai kesulitan mencapai wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Pengiriman bantuan logistik juga amat sulit,'' kata Pierre Peron, juru bicara Myanmar untuk kantor koordinasi PBB
urusan kemanusiaan.

Adapun di sebelah selatan Sagaing, tepatnya di Negara Bagian Chin, longsor menghancurkan 700 rumah warga di ibu kota Chin, Hakha. Akses untuk sebagian wilayah Chin juga dilaporkan tidak bisa dilalui.

Hujan akibat angin monsun juga melanda Negara Bagian Rakhine, Myanmar, padahal di sana pun telah ada 140 ribu pengungsi kelompok muslim Rohingya.

Mereka telah berada di sana sejak 2012 ketika kericuhan antara kelompok minoritas itu dan kalangan Buddha terjadi.

Di India, otoritas menyatakan lebih dari 120 orang meninggal dalam beberapa hari terakhir, sedangkan lebih dari sejuta warga harus mengungsi akibat hujan yang diperparah siklon dari
arah Teluk Bengal pada pekan lalu.

Kemarin, tim pencarian dan penyelamatan di India melanjutkan upaya evakuasi guna mencari korban akibat tanah longsor di Manipur.

Pemerintah setempat juga mendata ada empat jasad yang terkubur tanah longsor telah dievakuasi.

Di Pakistan, 116 warga dilaporkan meninggal akibat hujan angin monsun tahun ini dan lebih dari 850 ribu warga terdampak bencana.

Di Nepal dan Vietnam, hujan angin monsun pun menyebabkan banjir dan longsor di beberapa wilayah.

Hujan angin monsun normal terjadi setiap tahun dan merupakan siklus rutin untuk pertanian di wilayah Asia, tapi siklon yang kerap menyertainya terbukti mengancam kehidupan warga. (AFP/Wey/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya