Trump Dinilai tidak Layak Jadi Presiden

(AFP/Hym/I-1)
04/8/2016 03:50
Trump Dinilai tidak Layak Jadi Presiden
(AFP / SAUL LOEB)

PRESIDEN Amerika Serikat Barack Obama mengeluarkan komentar pedas tentang pribadi Donald Trump yang ia sebut tidak siap dan tidak layak menjadi pemimpin negeri itu. Obama pun menantang simpatisan Partai Republik agar berani menolak miliarder realestat asal New York itu. Menurut Obama, perilaku dan ucapan Trump sangat tidak pantas untuk seorang pemimpin. Dia mencontohkan ucapan konglomerat properti itu terhadap Khizr Khan dan istrinya, Ghazala, orangtua tentara muslim AS yang tewas di Irak. Pekan lalu, keluarga Khan yang berdarah Pakistan diundang Partai Demokrat untuk berbicara dalam konvensi partai itu mewakili keluarga veteran. Dalam konvensi itu, yang berpidato hanya Khan, sedangkan istrinya, Ghazala Khan, hanya berdiri menyaksikan. Dalam konvensi itu, Khan memang sempat memperta-nyakan pengorbanan Trump selama ini untuk negara.

Dalam wawancara di sebuah stasiun televisi, Trump yang mungkin tersinggung, balas menyerang. Namun, dia malah mengomentari soal sikap istri Khan. Menurut Trump, Ghaza-la tidak diizinkan bicara oleh suaminya. “Jika kalian melihat istrinya, ia hanya berdiri di sana. Ia tak mengatakan sepatah kata pun. Ia mungkin tak diizinkan untuk berbicara.” Pernyataan Trump ini dianggap bernada stereotipe tentang seorang perempuan muslim yang seolah tak diiizinkan suaminya berbicara.

Menurut Obama, ucapan Trump itu sebagai tindakan ofensif. “Saya menilai calon presiden Partai Republik itu tidak layak menjadi pemimpin,” kata Obama dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong di Gedung Putih, Selasa (2/8). “Harus ada saat di mana kita mengatakan, ‘ia bukan seseorang yang bisa saya dukung untuk menjadi Presiden Amerika, meskipun ia adalah anggota partai saya’,” timpal Obama menyindir simpatisan Partai Republik.
Dalam beberapa hari terakhir, kelakuan Trump mengkhawa­tirkan para petinggi partainya. Anggota Kongres Richard Hanna menjadi anggota parlemen dari kalangan Republik pertama yang menolak Trump. Dia bahkan terang-terangan bakal memilih Hillary Clinton pada pemilihan umum presiden November mendatang. Tim kampanye Trump me­respons balik kritikan Obama dengan mengatakan sejatinya calon Partai Demokrat, Clinton, telah membuktikan dirinya tidak layak untuk memegang jabatan pemerintahan di level mana pun. (AFP/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya