Erdogan Tuding Barat Dukung Kudeta

(AFP/AP/Ire/I-2)
04/8/2016 03:40
Erdogan Tuding Barat Dukung Kudeta
(AFP PHOTO / TURKEY'S PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / KAYHAN OZER)

PRESIDEN Turki Recep Tay­yip Erdogan kembali mengecam negara-negara Barat atas kudeta berdarah yang menewaskan lebih dari 270 orang, pada Juli lalu. Erdogan menuduh negara-negara Barat mendukung ‘teror’ dan menuntut Amerika Serikat segera mengekstradisi Fethullah Gulen, ulama terkemuka yang dituduhnya sebagai dalang kudeta tersebut. Erdogan menggambarkan kudeta 15 Juli itu sebagai ‘skenario yang ditulis dari luar’ oleh aktor dalam sebagai kiasan keterlibatan negara-negara asing. “Kudeta ini bukan kejadian yang dirancang di dalam (negeri). Aktor-aktor di dalam bertindak berdasarkan skenario kudeta yang ditulis dari luar,” ujar Erdogan saat berpidato di forum investor asing, rabu (3/8).

Dia juga menyalahkan AS yang menolak mengekstradisi Gulen. Erdogan menyebut penolakan Washington itu sebagai hambatan terbesar Turki untuk menumpas teror. Erdogan dalam wawancara di Meksiko Televisa, kemarin, mengatakan Washington telah buta dan tuli untuk tidak memahami Gulen ada di belakang kudeta. “Jika kami meminta ekstradisi dari teroris, kamu harus memenuhinya,” lanjutnya. Sejak kudeta, Erdogan telah menangkap lebih dari 18 ribu orang dan memecat ribuan orang lainnya. Terakhir, ia membersihkan asosiasi sepak bola dan staf medis di rumah sakit militer Ankara. Langkah Erdogan itu dikritik sekutu-sekutu.

“Sayangnya, Barat mendukung teror dan berdiri pada kubu kudeta,” cetus Erdogan seraya mengecam negara-negara yang selama ini dianggapnya sebagai teman. Salah satu sebabnya, otoritas hukum Jerman menolak memberikan izin baginya untuk berpidato melalui saluran video dalam demonstrasi para pendukungnya di Cologne, Jerman. Dia mengatakan Berlin sebelumnya mengizinkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), partai terlarang di Turki, untuk melakukan hal serupa.
Dalam aksi pembersihan, Selasa (2/8), aparat keamanan Turki menangkap sekitar 50 staf, termasuk para dokter di rumah sakit Gulhane Military Medical Academy (GATA), demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Anadolu, dengan mengutip sejumlah sumber. Seorang pejabat mengatakan sekitar 98 staf rumah sakit itu diperintahkan ditangkap. (AFP/AP/Ire/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya