Korea Utara Memprovokasi AS Meradang

Thomas Harming Suwarta
04/8/2016 03:30
Korea Utara Memprovokasi AS Meradang
(AP/AHN YOUNG-JOON)

KETEGANGAN di Semenanjung Korea kembali memanas. Amerika Serikat bahkan menyatakan siap untuk membela sekutu mereka menyusul uji coba rudal balistik Korea Utara yang ditembakkan ke Laut Jepang, Rabu (3/8) lalu. “Kami mendapat laporan bahwa Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Anna Richey-Allen, kemarin. Ia sekaligus mengingatkan bahwa Washington mengutuk keras tindakan Korut. “Kami tetap siap untuk bekerja dengan sekutu dan mitra di seluruh dunia untuk menanggapi provokasi lanjut Korea Utara serta mempertahankan diri dari serangan atau provokasi tersebut.” Allen mengatakan komitmen AS untuk membela sekutu mereka seperti Korea Selatan dan Jepang. “Kami bermaksud untuk menyampaikan kekhawatiran kami di PBB agar memperkuat tekad internasional dalam meminta pertanggungjawaban Korut atas tindakan-tindakan provokatif yang dilakukan,” tambah juru bicara itu.

Uji coba rudal yang dilakukan Korut, Selasa kemarin, ditengarai sebagai unjuk kekuatan negara itu di tengah rencana penempatan sistem pertahanan rudal AS dan rencana latihan gabungan militer AS-Korea Selatan yang dijadwalkan akan digelar akhir bulan ini. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho mengatakan keputusan untuk melakukan uji coba nuklir yang lain akan tergantung pada sikap Amerika Serikat. Pernyataan tersebut muncul setelah utusan Washington, John Kerry memperingatkan Korut akan konsekuensi nyata jika terus melakukan uji coba nuklir dan rudal. Tindakan Korut tersebut, kata dia, bukan tidak mungkin mengundang reaksi dunia internasional. Uji coba kali ini merupakan kelanjutan dari peluncuran tiga rudal balistik pada 19 Juli lalu yang diklaim Korut sebagai sebuah simulasi serangan nuklir di bagian selatan. Dewan Keamanan PBB sejauh ini telah memberikan sanksi berat kepada Korut. Bahkan, Tiongkok yang selama ini menjadi mitra dekat Korut, baik dalam hubungan diplomatik maupun urusan ekonomi, ikut mengecam provokasi negara yang dipimpin Kim jong-un tersebut.

Reaksi Jepang
Sementara itu, Jepang juga bereaksi keras atas aksi peluncuran rudal Korut tersebut. Tindakan itu, menurut pemerintah Jepang sudah keterlaluan. Perdana Menteri Shinzo Abe, Rabu (3/8), mengutuk keras uji coba rudal Korut yang mendarat 250 kilometer (155 mil) di lepas pantai Jepang. Kata dia, hal tersebut bisa menjadi ancaman yang sangat serius. “Ini ialah tindakan yang sudah keterlaluan dan tidak dapat ditoleransi, “ kata Abe kepada wartawan.

Menteri Pertahanan Jepang, Jenderal Nakatani, mengatakan rudal itu mendarat di Laut Jepang di lepas pantai utara di zona ekonomi eksklusif (ZEE) . Dan ini ialah kali pertama rudal Korut mendarat di wilayah itu sejak 1998. Juli lalu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan uji coba rudal yang dilakukan Korut sangat mengganggu dan merusak upaya untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea. Korut telah berulang kali mengancam untuk menembakkan rudal ke wilayah Korsel. Apalagi, negara yang menjadi seteru mereka itu kerap melakukan latihan perang dengan AS. Korut menilai latihan perang tersebut sebagai aksi provokatif untuk menyerang mereka. Apalagi, AS juga menempatkan sekitar 3.000 tentara mereka di ‘Negeri Ginseng’. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya