Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN orang yang sebagian besar perempuan dan anak dilarikan ke rumah sakit setelah menghirup gas klorin yang dijatuhkan helikopter yang diduga milik pasukan pemerintah Suriah pada Selasa (2/8). Dugaan juga mengarah pada militer Rusia di Kota Saraqeb, Suriah. Selasa tengah malam itu, sebuah helikopter militer pasukan pro-Bashar al-Assaad menjatuhkan beberapa barel gas beracun di kota yang terletak di Provinsi Idlib tersebut.
Kepala kelompok pemberontak yang menamakan diri Pertahanan Penduduk Sipil Suriah, Raed Saleh, mengatakan 33 warga sipil termasuk 18 perempuan dan 10 anak harus dibawa ke rumah sakit setempat setelah serangan bom gas klorin itu.
Dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis. “Tepat sebelum tengah malam, sebuah helikopter menjatuhkan lima barel bahan peledak mengandung bahan klorin dan pecahan logam di kawasan Saraqeb,” ujar Saleh.
]
“Kami menduga itu klorin dari aroma dan tanda-tanda luka seperti sesak napas, terbakar, dan mata merah. Anggota kelompok kami membawa mereka semua ke rumah sakit terdekat,” tambahnya. Sebuah video yang dimuat di laman video YouTube menunjukkan sejumlah pria kesulitan bernapas dan diberikan masker oksigen. Beberapa orang dirawat di rumah sakit.
Kota Saraqeb yang menjadi target serangan terletak sekitar 15 kilometer dari lokasi jatuhnya helikopter milik Rusia yang ditembak jatuh pada Senin (1/8) lalu dan menewaskan lima orang. Sejauh ini, belum ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Beberapa aktivis bertanya-tanya apakah serangan gas klorin itu merupakan serangan balasan atas jatuhnya helikopter Rusia tersebut. Meskipun begitu, Rusia telah membantah laporan serangan kimia sudah terjadi dan mengatakan semua itu merupakan informasi yang salah.
Dengan logika lokasi serangan bom kimia itu dekat dengan jatuhnya helikopter Rusia, dugaan pelaku utama serangan pun mengarah ke militer Rusia sebagai bagian dari aksi balas dendam. Militer Suriah juga telah berulang kali dituduh menjatuhkan bom kimia serupa di wilayah pemberontak.
Menurut Syrian American Medical Society (SAMS), sejak konflik meletus pada 2011, lebih dari 160 serangan gas kimia terjadi di Suriah, yang menyebabkan 1.491 orang tewas dan 14.581 terluka. Di lain pihak, Rusia menolak kritik yang dilontarkan Amerika Serikat (AS) untuk menahan diri di wilayah Aleppo, kota yang terbelah antara pasukan pemerintah dan pemberontak. “Ketika kemajuan terjadi dalam perang melawan teroris yang dibuat pemerintah Suriah dan pasukan militer dengan dukungan Rusia, AS mulai meminta kamia untuk berhenti melawan teroris,” ujar Wakil Menlu Sergei Ryabkov. (Al-Jazeera/AFP/Ihs/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved