Bom Klorin Serang Warga Sipil

(Al-Jazeera/AFP/Ihs/I-3)
04/8/2016 02:50
Bom Klorin Serang Warga Sipil
(AFP/MOHAMED AL-BAKOUR)

RATUSAN orang yang sebagian besar perempuan dan anak dilarikan ke rumah sakit setelah menghirup gas klorin yang dijatuhkan helikopter yang diduga milik pasukan pemerintah Suriah pada Selasa (2/8). Dugaan juga mengarah pada militer Rusia di Kota Saraqeb, Suriah. Selasa tengah malam itu, sebuah helikopter mi­liter pasukan pro-Bashar al-Assaad menjatuhkan bebe­rapa barel gas beracun di kota yang terletak di Provinsi Idlib tersebut.

Kepala kelompok pemberontak yang menamakan diri Pertahanan Penduduk Sipil Suriah, Raed Saleh, mengatakan 33 warga sipil termasuk 18 perempuan dan 10 anak ha­rus dibawa ke rumah sakit setempat setelah serangan bom gas klorin itu.
Dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis. “Tepat sebelum tengah malam, sebuah helikopter menjatuhkan lima barel bahan pe­ledak mengandung bahan klorin dan pecah­an logam di kawasan Saraqeb,” ujar Saleh.
]
“Kami menduga itu klorin dari aroma dan tanda-tanda luka seperti sesak napas, terbakar, dan mata merah. Anggota kelompok kami membawa mereka semua ke rumah sakit terdekat,” tambahnya. Sebuah video yang dimuat di laman video YouTube menunjukkan sejumlah pria kesulitan bernapas dan diberikan masker oksigen. Beberapa orang dirawat di rumah sakit.

Kota Saraqeb yang menjadi target serangan terletak sekitar 15 kilometer dari lokasi jatuhnya he­likopter milik Rusia yang ditembak jatuh pada Senin (1/8) lalu dan menewaskan lima orang. Sejauh ini, belum ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Beberapa aktivis berta­nya-tanya apakah serangan gas klorin itu merupakan serangan balasan atas jatuhnya helikop­ter Rusia tersebut. Meskipun begitu, Rusia telah membantah laporan serangan kimia sudah terjadi dan mengatakan semua itu merupakan informasi yang salah.

Dengan logika lokasi serangan bom kimia itu dekat dengan jatuhnya helikopter Rusia, dugaan pelaku utama serangan pun mengarah ke militer Rusia sebagai bagian dari aksi balas dendam. Militer Su­riah juga telah berulang kali dituduh menjatuhkan bom kimia serupa di wilayah pemberontak.

Menurut Syrian American Medical Society (SAMS), sejak konflik meletus pada 2011, lebih dari 160 serangan gas kimia terjadi di Suriah, yang me­nyebabkan 1.491 orang tewas dan 14.581 terluka. Di lain pihak, Rusia menolak kritik yang dilontarkan Amerika Serikat (AS) untuk menahan diri di wilayah Aleppo, kota yang terbelah antara pasukan pemerintah dan pemberontak. “Ketika kemajuan terjadi dalam perang melawan teroris yang dibuat pemerintah Suriah dan pasukan militer dengan dukungan Rusia, AS mulai meminta kamia untuk berhenti melawan teroris,” ujar Wakil Menlu Sergei Ryabkov. (Al-Jazeera/AFP/Ihs/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya