OTORITAS Turki terus mengintensifkan operasi militer terhadap Kelompok militan Kurdi di wilayah utara Irak. Setidaknya sudah 260 milisi Kurdi tewas akibat serangan udara selama sepekan terakhir, menurut laporan media resmi, Sabtu (1/8) waktu setempat.
Dalam merespons serangan tersebut, pihak berwenang Kurdi di wilayah utara Irak mengatakan sudah saatnya para pemberontak Kurdi menarik diri dari wilayahnya.
Milisi Kurdi Turki selama ini berusaha berlindung di Irak Utara. Kehadiran Partai Pekerja Turki (PKK), yang telah dilarang dan dimasukkan daftar organisasi teroris oleh pemerintah Turki, telah lama ditoleransi di wilayah otonomi Kurdi di Irak. Banyak milisi PKK menyeberang ke Irak Utara sebagai bagian dari gencatan senjata 2013.
Hubungan PKK dengan pemerintah otonomi Kurdi Irak di Erbil memang lama tidak harmonis. Pasalnya, kalangan Kurdi Irak telah memperluas kerja sama dan hubungan ekonomi dengan otoritas di Ankara, Turki.
Presiden Wilayah Kurdi Irak, Massud Barzani, mengatakan, Sabtu (1/8), bahwa pemberontak PKK harus bergerak keluar dari wilayah itu untuk mencegah jatuhnya korban sipil.
"PKK harus memastikan medan perang jauh dari wilayah (otonomi) Kurdi agar warga sipil tidak menjadi korban perang ini," kata dia.
Para pejabat Kurdi Irak mengatakan setidaknya enam orang tewas akibat serangan pesawat perang Turki di Desa Zarkel. Meski belum ada keterangan lebih rinci, serangan itu dilaporkan juga mengenai kepentingan sipil.
Adapun Turki telah meluncurkan penyelidikan tentang laporan media pro-Kurdi yang menyebut bahwa sembilan warga sipil telah tewas dalam serangan udara yang gagal. Militer menekankan bahwa target serangan udara tanpa henti ialah milisi PKK di Irak Utara.
Semenjak wilayah perbatasannya dilanda gelombang serangan oleh milisi bersenjata beberapa waktu lalu, Ankara telah meluncurkan dua serangan antiteror dengan target Islamic State dan afiliasinya. Serangan itu dilangsungkan di Suriah dan terhadap gerilyawan PKK yang berbasis di Irak Utara.
Namun, sejauh ini pengeboman berfokus pada pemberontak Kurdi. Laporan media pemerintah Turki, Anatolia, menyebut setidaknya 260 terduga anggota PKK tewas dan hingga 400 lainnya terluka.
"Jet tempur F-16 Turki melancarkan lebih banyak serangan udara pada Sabtu (1/8) pagi," ungkap televisi NTV.
Sehari sebelum itu, 28 jet tempur F-16 Turki berhasil menghancurkan 65 sasaran PKK, termasuk tempat-tempat penampungan dan depot senjata. Adapun sehari sebelumnya, 80 pesawat Turki menghancurkan 100 target PKK.
"Demi perdamaian dan keamanan rakyat kita, perang melawan organisasi teror akan terus digulirkan tanpa interupsi," demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu. (AFP/Hym/I-1)