TIM penyelidikan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 mengumpulkan puing lagi dari Pulau La Reunion, wilayah Prancis di Samudra Hindia, kemarin. Serpihan terbaru itu ditemukan sekitar pukul 10.00 waktu setempat, tidak jauh dari ibu kota La Reunion, Saint Denis.
Betty, penduduk setempat yang tinggal di dekat lokasi penemuan, mengaku, "Saya melihat sekitar tujuh polisi. Ada seorang pria yang menunjukkan benda kecil kepada polisi. Mungkin sebesar kaki."
Laman berita The Telegraph juga melaporkan ada benda yang disebut 'mungkin bagian dari pintu pesawat' ditemukan di pesisir La Reunion, kemarin.
Seorang fotografer AFP, di hari penemuan terbaru, juga melaporkan melihat polisi mengumpulkan sepotong logam hancur bertuliskan dua aksara Tiongkok. Benda itu melekat pada sesuatu yang tampaknya seperti pegangan berlapis kulit.
Benda temuan tersebut berukuran sekitar 100 sentimeter persegi. Selain itu, sebagaimana laporan The Telegraph, ada pula seorang pria menyerahkan sepotong puing berukuran panjang 70 cm kepada polisi. Benda itu yang disebut bagian dari pintu pesawat. Namun, belakangan, otoritas memastikan puing-puing temuan terbaru itu tidak berkaitan dengan MH370.
Warga di Pulau La Reunion telah menyisir pantai sejak bagian flaperon dari sayap pesawat Boeing 777, seperti pesawat MH370, ditemukan pada Rabu (29/7) lalu. Penemuan tersebut memicu spekulasi bahwa maskapai Malaysia Airlines itu memang jatuh ke Samudra Hindia.
Pasti Sementara itu, Malaysia menyeru kepada pemerintah di kawasan Samudra Hindia agar berhati-hati ketika harus melakukan kontak dengan serpihan yang akan menjadi bukti dalam menguak misteri hilangnya pesawat nahas itu.
Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan otoritas penerbangan sipil telah menghubungi otoritas di seluruh wilayah di Samudra Hindia untuk waspada akan puing-puing yang mungkin bakal ditemukan lagi.
"Ini untuk memungkinkan para ahli melakukan analisis yang lebih substantif tentang puing-puing yang terdampar ke darat, memberikan kami petunjuk lebih nyata kepada pesawat yang hilang," ungkap Liow.
Dia juga menegaskan bahwa bagian flaperon yang ditemukan pada Rabu (29/7) di La Reunion telah resmi diidentifikasi sebagai bagian dari Boeing 777 sehingga hampir dipastikan juga bahwa potongan itu berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang tahun lalu. MH370 ialah satu-satunya Boeing 777 yang pernah hilang di laut.
Secara terpisah, juru bicara untuk Menteri Transportasi dan Infrastruktur Australia Warren Truss justru mengatakan bahwa objek-objek tambahan terbaru yang ditemukan lalu dibawa ke pihak berwenang sejauh ini tidak jelas.
Hilangnya pesawat MH370 menemui titik terang setelah bagian flaperon ditemukan di pesisir pantai di Pulau La Reunion, wilayah Prancis, dekat Madagaskar, Rabu (29/7) waktu setempat. Flaperon itu tiba di Bandara Orly di Paris, Prancis, pukul 06.17 waktu setempat pada Sabtu (1/8) lalu dan dibawa ke Toulouse untuk diteliti. Serpihan diangkut dengan penerbangan Air France dari Pulau La Reunion.
Tim peneliti dijadwalkan mulai bekerja pada Rabu (5/8) mendatang untuk memastikan apakah flaperon itu benar-benar merupakan bagian dari pesawat Boeing 777 bernomor penerbangan MH370.
Pesawat nahas rute Kuala Lumpur-Beijing itu hilang pada 8 Maret tahun lalu dengan membawa 239 penumpang. (AFP/The Guardian/I-1)