Sejumlah Tokoh Partai Republik Beri Dukungan untuk Hillary

Arga Sumantri
03/8/2016 13:23
Sejumlah Tokoh Partai Republik Beri Dukungan untuk Hillary
(AFP PHOTO / JUSTIN SULLIVAN)

SEORANG anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik menarik dukungannya terhadap Donald Trump. Dukungannya kemudian diberikan kepada calon presiden dari kubu lawan, Hillary Clinton.

Tokoh tersebut adalah Richard Hanna dari negara bagian New York. Dia menyatakan menarik dukungannya dari calon presiden dari partainya sendiri lantaran Trump mengkritik orangtua kandung tentara Muslim asal AS yang tewas di Irak.

Selain Hanna, sejumlah anggota Kongres Republik juga sudah menarik dukungan mereka kepada Trump. Namun, Hanna jadi tokoh pertama yang secara terbuka menyatakan mendukung kubu lawan dari Partai Demokrat.

Hanna bahkan menyebut beberapa istilah pedas buat Trump. Seperti tokoh yang 'sangat tercela', 'tidak tahu malu', dan 'hanya mau mendengar diri sendiri'.

"Bagi saya, tidak cukup hanya dengan mengecam komentarnya (terhadap orangtua tentara Muslim). Dia tidak layak memimpin negara ini," tulis Hanna dalam surat yang dikirim untuk laman daring surat kabar Post-Standard di New York.

Trump dianggap menghina Khizr dan Ghazala Khan, orang tua tentara Muslim yang terbunuh di Irak, saat kedua orang itu tampil dalam konvensi Partai Demokrat pada pekan lalu.

Mereka mengkritik usulan Trump yang ingin melarang pemeluk agama Islam masuk ke Amerika Serikat. Banyak tokoh Partai Republik yang bersimpati pada keluarga Khan, beberapa di antara mereka malah mengkritik balik Trump.

Selain menarik dukungannya untuk Trump, Hanna juga mengaku akan mundur dari Kongres dan tidak bakal ikut lagi dalam pemilihan anggota parlemen mendatang.

"Meski saya tidak setuju dengan Clinton dalam banyak hal, saya akan memilih dia," ujar Hanna.

Senator Ben Sasse dari Nebraska, salah satu pengkritik Trump paling keras di Kongres, mengaku tidak akan mengikuti langkah Hanna. Sebagai penganut nilai-nilai konservatif, menurutnya langkah yang paling tepat adalah mereformasi partai yang sudah didirikan (Abraham) Lincoln itu.

"Bukannya malah menyerah terhadap Clinton," kata Sasse.

Sejumlah usulan kebijakan yang diusulkan Trump, memang cukup kontroversial. Misalnya, larangan masuk bagi Muslim dan pembangunan tembok di perbatasan Meksiko.

Sampai saat ini, banyak anggota Partai Republik yang menentang Trump. Tapi, mereka juga menginginkan untuk berhenti mendukung Hillary. Sehingga mereka menginginkan adanya kandidat presiden ketiga.

Beberapa tokoh partai Republik yang diketahui mencabut dukungannya untuk Trump yakni mantan Gubernur Florida Jeb Bush, mantan Ibu Negara Barbara Bush, Mantan Menteri Pertahanan William Cohen, Senator Arizona Jeff Flake, Gubernur Ohio John Kasich, Gubernur Marylang Larry Hogan, dan Senator Nebraska Ben Sasse.

Ada pula mantan Gubernur Massachusetts, kandidat presiden dari Partai Republik 2012 Mitt Romney, anggota Kongres Florida Ileana Ros Lehtinen, dan Senator Illinois Mark Kirk.

Sedangkan, tokoh partai Republik yang mencabut dukungan ke Trump dan memutuskan mendukung Hillary Clinton yakni mantan Menteri Keuangan Hank Paulson, mantan wakil Sekretaris Negara Richard Armitage, mantan Penasehat Keamananan Brent Scowcroft. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya