Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK veteran perang Amerika Serikat mengecam pernyataan Donald Trump yang dianggap menghina keluarga tentara AS. Bahkan, pihak Republik, partai yang mengusung Trump sebagai kandidat Presiden AS, menyesalkan pernyataan konglomerat properti tersebut. Perseteruan ini berawal dari pidato Khizr Khan, seorang ayah yang anaknya tewas saat perang di Irak pada 2004. Keluarga Khan yang berdarah Pakistan diundang Partai Demokrat untuk berbicara dalam konvensi partai itu mewakili keluarga veteran. Dalam konvensi itu, yang berpidato hanya Khan, sementara istrinya, Ghazala Khan, hanya berdiri menyaksikan. Dalam konvensi itu, Khan memang sempat mempertanyakan pengorbanan Trump selama ini untuk negara.
Dalam wawancara di sebuah stasiun televisi, Trump yang mungkin tersinggung, balas menyerang. Namun, dia malah mengomentari soal sikap istri Khan. Menurut Trump, Ghazala tidak diizinkan bicara oleh suaminya. “Jika kalian melihat istrinya, ia hanya berdiri di sana. Ia tak mengatakan sepatah kata pun. Ia mungkin tak diizinkan untuk berbicara.” Pernyataan Trump ini dianggap bernada stereotip tentang seorang perempuan muslim yang seolah tak diiizinkan suaminya berbicara. Sejumlah keluarga tentara AS yang juga gugur dalam perang di Irak mengecam keras pernyataan Trump dan menyebutnya menjijikkan dan meminta agar Trump meminta maaf. “Kami merasa kami harus bicara dan meminta Anda meminta maaf kepada Khan, untuk semua keluarga para veteran dan untuk semua orang Amerika yang tersinggung dengan pernyataan Anda,” kata mereka dalam sebuah surat terbuka.
Veterans of Foreign Wars (VFW), sebuah kelompok veteran perang terbesar di AS pun angkat bicara dan menganggap cemoohan Trump sudah ‘di luar batas’ karena mengkritik ibu seorang prajurit yang gugur di medan perang. “Mau ada pemilu atau tidak, VFW tidak akan menoleransi siapa pun yang mencemooh anggota keluarga Gold Star dengan alasan hak dan kebebasan berbicara atau ekspresi sekalipun,” kata Pemimpin VFW Brian Duffy. Gold Star merupakan sebutan untuk keluarga yang kehilangan anggota mereka dalam perang atau saat mengabdi sebagai personel militer AS.
Bukan sikap partai
Kecaman juga datang dari kubu Republik yang menominasikan Trump sebagai Capres AS pada pemilu 8 November mendatang. Misalnya, senator Arizona dari Partai Republik John McCain. “Dalam beberapa hari terakhir, Donald Trump menghina orang tua seorang prajurit yang gugur. Saya tidak bisa mempertegas lagi betapa saya sangat tidak setuju dengan pernyataan Tuan Trump. Saya berharap rakyat Amerika tahu bahwa pernyataan itu tidak mewakili pandangan partai, para pejabatnya, dan para kandidatnya,” kata McCain, yang pernah juga maju dalam Pemilihan Presiden 2008 melawan Obama.
McCain ialah seorang veteran dan pernah menjadi tawanan perang di Vietnam. “Saya ingin menyampaikan ke bapak dan ibu Khan: terima kasih telah berimigrasi ke Amerika. Negara kami lebih baik berkat kalian. Dan jelas Anda benar, bahwa putra Anda ialah salah satu putra terbaik Amerika,” katanya. Obama pun ikut mengeluarkan pernyataan menanggapi sikap Trump tersebut. “Tidak ada orang yang memberikan lebih untuk kebebasan dan keamanan kita dari keluarga para veteran perang kita,” kata Obama. Melalui tulisannya di Washington Post, Ghazala Khan, yang dipertanyakan oleh Trump karena hanya diam tak berbicara saat berpidato di konvensi Partai Demokrat mengatakan, “Tanpa mengatakan sesuatu, seluruh dunia, semua rakyat Amerika merasakan rasa sakit yang saya alami,” tulisnya. (AFP/AP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved