Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK, Selasa (2/8) mengeluarkan sanksi baru bagi penangkapan ikan ilegal di perairan yang di klaimnya di Laut China Selatan (LCS).
Peraturan ini dikeluarkan beberapa minggu setelah putusan Pengadilan Arbitrase Internasional (Permanent Court of Arbritration/PCA) menolak semua klaim negeri tirai bambu di kawasan LCS.
Pengadilan tinggi Tiongkok mendefinisikan hukuman untuk kapal-kapal yang beroperasi di perairannya termasuk wilayah sengketa dan zona ekonomi yang berdekatan.
Peraturan baru ini menggarisbawahi hukuman bagi nelayan Tiongkok dan nelayan asing yang beroperasi secara ilegal di perairan Tiongkok, termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Memasuki wilayah perairan tersebut secara ilegal lebih dari sekali dalam setahun atau menolak untuk keluar akan didenda dan dipenjara hingga satu tahun. Hukuman juga diberlakukan bagi perburuan karang dan kerang besar serta spesis langka lainnya.
Upaya ini dilihat sebagai upaya Tiongkok memperkuat kekuasaannya di perairan tersebut dengan fokus pada sanki untuk penangkapan ikan ilegal. Tindakan ini dinilai bisa meningkatkan ketegangan di kawasan.
Pertanyaan mengenai siapa yang berhak menangkap ikan di LCS telah menjadi permasalahan utama antara Tiongkok dan Filipina hingga dibawa ke PCA dan akhirnya memutus Tiongkok tidak memiliki hak di perairan kaya sumber daya alam tersebut.
Tiongkok juga mempersilahkan pihak asing yang merasa haknya telah dilanggar untuk melakukan klaim di pengadilan Tiongkok.
Sementara itu, angkatan laut Tiongkok menggelar latihan militer sejak Senin (1/8) lalu di Laut China Timur yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Latihan tersebut termasuk menembakkan ratusan rudal dan torpedo yang menekankan upaya Tiongkok menjaga kedaulatannya dengan kekuatan militer jika dibutuhkan.
Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas, presisi, stabilitas dan kecepatan pasukan militer Tiongkok.
"Sebuah informasi perang berbasis teknologi di laut adalah cepat, kejam dan singkat, yang membutuhkan pergerakan cepat untuk perang, persiapan cepat dan efisiensi serangan yang tinggi," ujar kementerian pertahanan Tiongkok.
Latihan tersebut melibatkan kapal-kapal, kapal selam, pesawat udara dan pasukan penjaga pantai, menggambarkan pertumbuhan Tiongkok pada pelatihan terpadu dibawah kondisi nyata.
Angkatan laut Tiongkok sendiri seimbang dengan Amerika Serikat (AS) dari segi jumlah kapan dan tekhnologi termasuk penempatan sejumlah kapal canggih anti rudal, kapal selam nuklir dan kapal induk.
Ketika perhatian dunia fokus pada LCS yang juga diklaim lima negara lainnya, Tiongkok juga mengintensifkan operasi di wilayah Laut China Timur dimana juga terjadi sengketa klaim terhadap sebuah pulau kecil tidak berpenghuni dengan Jepang. (AFP/AP/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved