Teknisi FBI Mengaku Jadi Agen Tiongkok

Basuki Eka Purnama
02/8/2016 13:31
Teknisi FBI Mengaku Jadi Agen Tiongkok
(Kun Shan Chun (Joey Chun) -- iotwreport.com)

SEORANG teknisi berusia 46 tahun yang bekerja untuk FBI, Senin (1/8), mengaku bersalah di New York karena menjadi agen untuk Tiongkok dan memberikan informasi sensitif ke pemerintah 'Negeri Tirai Bambu' itu.

Kun Shan Chun atau yang lebih dikenal sebagai Joey Chun terancam hukuman penjara selama 10 tahun saat hakim menjatuhkan vonis pada 2 Desember mendatang.

Chun ditangkap pada Maret lalu setelah bekerja untuk FBI selama sembilan tahun dan mendapatkan akses untuk informasi rahasia pada 1998.

Dia mengaku mengoleksi informasi sensitif dan memberikannya kepada pejabat Tiongkok dengan imbalan uang.

Informasi yang diberikannya mencakup identitas dan pola perjalanan agen FBI, informasi mengenai struktur internal FBI, dan teknologi pengawasan yang digunakan oleh FBI.

Chun yang lahir di Tiongkok dan menjadi warga negara naturalisasi setelah pindah ke AS mengaku bersalah di pengadilan pada Senin (1/8).

Jaksa AS Preet Bharara mengatakan apa yang dilakukan Chun merupakan pengkhianatan dan mengancam keamanan AS.

"Ketika pelakunya adalah pegawai FBI, seperti Kun Shan Chun, ancamannya semakin serial dan pengkhiatannya semakin parah," ujarnya. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya