Texas Izinkan Mahasiswa Bawa Senjata Api ke Kampus

Basuki Eka Purnama
02/8/2016 10:40
Texas Izinkan Mahasiswa Bawa Senjata Api ke Kampus
(Professor Ann Cvetkovich berbicara dalam forum yang membahas implementasi Undang-undang baru terhadap izin pembawaan senjata ke kampus. -- AP Photo/Eric Gay)

TEXAS menjadi negara bagian ke delapan di Amerika Serikat yang mengizinkan senjata api dibawa ke dalam kampus. Keputusan kontroversial itu diambil saat peringatan 50 tahun penembakan di sebuah kampus.

Undang-Undang yang disetujui pada tahun lalu itu mengharuskan universitas di Texas untuk mengizinkan individu membawa senjata tersembunyi di kampus.

Di University of Texas di Austin dimana terjadi penembakan pada 1966 yang menewaskan 14 orang, Rektor Gregory Fenves mengatakan isu emosional itu tidak akan berpengaruh di kampusnya.

"Kampus kami sangat aman dan saya rasa itu akan berlanjut," tegas Fenves.

Texas bergabung dengan tujuh negara bagian lainnya yang juga telah mengizinkan senjata api di kampus termasuk Oregon, Colorado, dan Wisconsin.

Kritikus undang-undang itu mencakup tiga dosen di UT Austin yang telah mengajukan tuntutan di pengadilan dengan menybut hak biacara mereka dilanggar dengan aturan itu. Pasalnya, mahasiswa bersenjata api akan menciptakan atmosfer yang menakutkan dan menutup kemungkinan mengungkapkan pendapat dengan bebas.

Dalam sebuah kolom opini yang diterbitkan The Dallas Morning News pada pekan lalu, Seema Yasmin, dosen di sebuah universitas negeri di Dallas mengungkapkan hal yang sama.

"Saya tidak takut dengan senjata api. Saya takut dengan kombinasi ini: stres karena ujian, gangguan mental yang tidak terdiagnosa, dan izin membawa senjata api ke dalam kampus," ungkap Yasmin.

Pendukung undang-undang itu mengatakan mengizinkan senjata ke dalam kampus membuat mahasiswa dan dosen lebih aman karena ancaman penembakan bisa langsung diatasi oleh warga sipil bersenjata api. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya