Dikritik, Erdogan Minta Barat tidak Ikut Campur

Basuki Eka Purnama
30/7/2016 14:40
Dikritik, Erdogan Minta Barat tidak Ikut Campur
(AP/Kayhan Ozer Presidential Press Service)

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (29/7), mengatakan kepada Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk tidak campur tangan setelah keduanya mengungkapkan keprihatian mereka terkait meningkatkan penindakan terhadap terduga kaki tangan kudeta yang gagal di Turki.

"Sejumlah orang memberi saran kepada kita. Mereka mengaku khawatir. Saya katakan, jangan ikut campur! Urus diri kalian sendiri," seru Erdogan sembari mengeluhkan tidak ada pejabat negara Barat yang berkunjung ke Turki pascakudeta itu.

"Tidak ada seorang pun yang menyatakan belasungkawa baik dari Uni Eropa maupun dari negara Barat," kata Erdogan.

"Negara-negara atau pemimpin yang tidak peduli dengan demokrasi Turki, nyawa warga kita, atau masa depan kita namun khawatir dengan nasib para pemberontak, bukan teman kita," tegasnya.

Erdogan menegaskan bahwa dia akan mengambil seluruh langkah yang diizinkan Turki untuk memastikan para pelaku kudeta mendapatkan hukuman

Pemerintah Turki menuding ulama yang berada di AS Fethullah Gulen bertanggung jawab atas kudeta itu. Turki kini berusaha menghapuskan pengaruh ulama itu dari seluruh aspek kehidupan di negara itu, terutama di bidang militer.

Adapun Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan Turki telah sukses memusnahkan seluruh elemen yang terkait Gulen di militer setelah memecat hampir setengah jenderal pascakudeta yang gagal itu.

"Kami telah membersihkan militer dari unsur FETO yang menyamar sebagai prajurit," ungkap Yildirim.

Turki menuding Gulen sebagai komandan Fethullah Terror Organisation (FETO). Tudingan itu langsung dibantah Gulen. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya