WAKIL Menteri Transportasi Malaysia Abdul Aziz Kaprawi menyebut misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 akan segera terungkap.
Hal itu dikatakannya sembari memastikan bahwa puing pesawat yang ditemukan di La Reunion benar berasal dari pesawat Boeing 777.
"Saya optimistis kita semakin dekat mengungkapkan misteri MH370. Ini akan menjadi bukti yang meyakikan bahwa MH370 benar terjatuh di Samudra Hindia," ujar Kaprawi.
Menurut Kaprawi, angka yang tertulis di puing pesawat di La Reunion itu membuktikan bahwa puing itu berasal dari pesawat Boeing 777.
Pesawat MH370 milik Malaysia Airlines yang hilang pada 16 bulan lalu dengan 239 penumpang dan awak kapal itu berjenis Boeing 777.
"Dari angka itu bisa dikonfirmasi bahwa puing itu berasal dari Boeing 777. Saya mendapat informasi itu dari Malaysia Airlines," tegas Kaprawi.
Puing pesawat yang ditemukan di La Reunion itu menampilkan angka 657 BB.
Puing sepanjang 2 meter yang disebut flaperon itu telah dikirim ke Prancis untuk dianalisis.
Namun, Kaprawi menyebut konfirmasi final harus berasal dari Boeing.
Pasalnya, produsen pesawat itu melakukan modifikasi pada flaperon itu sehingga mereka bisa memastikan apakah puing itu berasal dari MH370.
"Telah dilakukan modifikasi pada salah satu batang di flaperon itu. Hanya Boeing yang bisa mengonfirmasi apakah benar puing itu berasal dari MH370," ungkapnya.
Kaprawi menambahkan tim penyelidik asal Malaysia juga telah tiba di Paris sebelum mereka bertolak ke Toulouse untuk membantu pemeriksaan flaperon itu.
Tim asal Malaysia lainnya, imbuh Kaprawi, tengah dalam perjalanan menuju La Reunion untuk mengidentifikasi pecahan ransel yang ditemukan serta puing lain yang kemungkinan berakhir di wilayah itu.
Menurut laporan terbaru, sebuah botol deterjen produksi PT Sayap Mas Indonesia, yang berasal dari Indonesia, juga ditemukan di pesisir Pantai La Reunion, kemarin.
Selain botol deterjen, ditemukan juga sebuah botol minuman yang diduga berasal dari Tiongkok.
Saat ini, botol-botol itu telah diberikan ke pihak penyidik untuk diinvestigasi.
Diperluas Setelah ditemukannya puing tersebut, pencarian di wilayah Pulau La Reunion pun diperluas.
Sebuah helikopter polisi dilaporkan terus menyisir pulau-pulau yang terletak di dekat Madagaskar tersebut untuk mencari kemungkinan terdapat puing lainnya.
"Helikopter sudah diturunkan untuk mencari kemungkinan adanya puing lain. Mereka ingin melihat apakah ada puing lainnya yang terdampar di pesisir," ujar seorang pejabat di Samudra Hindia, seperti dikutip Sky News.
Walaupun membawa kabar gembira, beberapa ahli tetap khawatir jika temuan flaperon tersebut belum bisa membantu penyelidikan MH370.
"Penemuan ini bisa memberikan petunjuk mengenai kondisi pesawat saat hilang. Tetapi, sepertinya sulit untuk menentukan zona pencarian baru dari pesawat Boeing 777 tersebut," ujar Koordinator Administrasi Udara dan Kelautan Nasional Amerika Serikat Nir Barnea.
"Arus bisa membentuk dua arah yang berbeda di wilayah terpencil. Dua benda yang masuk ke laut di waktu bersamaan di lokasi yang sama bisa menyebar ke arah yang berbeda hingga mereka berakhir di lokasi yang berjauhan," imbuh Nir. (AFP/I-2)