Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTARA bayaran Rusia, Grup Wagner, menolak menandatangani kontrak ikatan dinas dengan Kementerian Pertahanan. Pernyataan itu muncul setelah kelompok paramiliter pimpinan Yevgeny Prigozhin itu memastikan misi mereka di Ukraina berakhir pada 1 Juni lalu.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memerintah detasemen sukarelawan, termasuk Grup Wagner, untuk menandatangani kontrak dengan kementeriannya pada akhir bulan ini. Sebuah langkah yang dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pertempuran tentara Rusia di Ukraina.
Meskipun kementerian itu tidak menyebut Grup Wagner dalam pernyataan tersebut, media Rusia melaporkan itu adalah upaya Shoigu untuk membuat tentara bayaran tunduk setelah serangkaian kontroversi.
Baca juga: Rusia Klaim Berhasil Gagalkan Serangan Balasan Ukraina
"Wagner tidak akan menandatangani kontrak apa pun dengan Shoigu," tegas Prigozhin.
Perintah itu, katanya, tidak berlaku untuk Wagner.
Prigozhin telah berulang kali menyerang petinggi militer Presiden Vladimir Putin atas apa yang dia anggap sebagai pengkhianatan karena gagal berperang di Ukraina dengan benar.
Baca juga: Kerusakan Bendungan Ukraina Berdampak Besar terhadap Lingkungan
Shoigu, maupun Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov, tidak berkomentar di depan umum tentang penghinaan dari Prigozhin itu usai pasukannya pada Mei merebut kota Bakhmut di Ukraina setelah pertempuran yang menewaskan puluhan ribu orang selama 10 bulan.
Prigozhin dan tentara Grup Wagner terkenal karena menuduh Amerika Serikat (AS) telah menjarah sumber daya alam di seluruh Afrika. Dia mengatakan AS telah mengacaukan begitu banyak negara di seluruh dunia.
Washington tidak memiliki otoritas moral karena perbuatan yang menggambarkan neokolonialismenya. Prigozhin juga mengatakan Wagner sepenuhnya berada di bawah kepentingan Rusia, tetapi struktur komandonya yang sangat efisien akan dirusak jika di bawah Shoigu.
“Shoigu tidak dapat mengelola formasi militer dengan baik,” kata Prigozhin.
Ia menambahkan Grup Wagner mengoordinasikan tindakannya di Ukraina dengan Jenderal Sergei Surovikin, yang dijuluki Jenderal Armageddon oleh media Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan grup itu harus berada di bawah komando resmi paling lambat mulai 1 Juli.
“Langkah-langkah ini akan meningkatkan kemampuan tempur dan efektivitas angkatan bersenjata dan detasemen sukarela mereka,” kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia Nikolai Pankov.
Prigozhin mengatakan kementerian itu mungkin menggunakan kegagalan untuk mematuhi perintah tersebut sebagai alasannya.
“Apa yang bisa terjadi setelah perintah ini adalah mereka tidak akan memberi kami senjata dan amunisi. Kami akan mencari tahu, seperti yang mereka katakan, ”kata Prigozhin. (Aljazeera/Z-1)
Raja Charles III sampaikan pidato krusial di depan Kongres AS. Tekankan pentingnya aliansi NATO, krisis iklim, hingga dukungan untuk Ukraina di tengah tensi politik.
Kim Jong Un memuji aksi bunuh diri tentara Korea Utara di medan perang Rusia-Ukraina demi hindari penangkapan. Simak detail kerja sama militer Pyongyang-Moskow.
Ukraina memperingati 40 tahun bencana Chernobyl di tengah konflik dengan Rusia. Risiko nuklir kembali jadi sorotan global.
Berdasarkan informasi yang diterima dari BNN mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait penggunaan narkotika oleh WNA di sebuah penginapan, Tim Patroli Kantor Imigrasi Ngurah Rai
Seorang pria bersenjata melakukan penembakan brutal di Distrik Holosiivskyi, Kyiv. Enam orang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden langka ini.
IRGC hantam gudang sistem anti-drone Ukraina di Dubai. 21 personel Ukraina dikhawatirkan tewas dalam operasi yang menyasar aset militer pendukung AS di wilayah UEA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved