Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KANDIDAT Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menjanjikan pemerataan ekonomi bila dirinya terpilih menduduki kursi Gedung Putih.
"Misi utama saya sebagai presiden ialah menciptakan lebih banyak kesempatan berusaha dan lapangan kerja. Itu akan jadi tujuan saya dari awal hingga akhir masa jabatan," tegas istri Bill Clinton itu saat berpidato pada hari terakhir konvensi partainya, di Philadelphia, Jumat (29/7). Menurut Clinton, salah satu alasannya mencalonkan diri sebagai kandidat orang nomor satu di 'Negeri Paman Sam' ialah memperbaiki taraf hidup masyarakat Amerika di tengah perubahan ekonomi global. Clinton juga bakal berupaya meraih dukungan dari kalangan kelas pekerja dan warga miskin seperti yang dilakukan rivalnya dari Partai Republik, Donald Trump. Bedanya, Trump merasa terbebani oleh globalisasi dan berupaya menakuti rakyat Amerika dengan terorisme dan ancaman imigran.
Clinton pun berjanji akan fokus memperhatikan seluruh rakyat Amerika. "Mulai daerah pedalaman hingga kota kecil, dari Indian Country hingga Coal Country, dari daerah industri di Midwest, Delta Mississippi, hingga Rio Grande Valley," tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin. Menurut Clinton, ada kekuatan besar yang ingin memecah belah bangsa Amerika. "Saatnya untuk memperhitungkan. Ini benar-benar terserah kita. Kita harus memutuskan apakah akan bekerja bersama-sama sehingga kita semua bisa naik bersama-sama." Dia melanjutkan, "Ini bukan hanya slogan untuk kampanye. Ini prinsip panduan untuk negara pada masa sekarang dan tentunya di masa depan yang akan dibangun. Sebuah negara yang bekerja untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya mereka yang berada di lapisan atas. Kalian bisa mendapatkan pekerjaan bagus dan memasukkan anak kalian ke sekolah yang bagus," tegasnya.
Mantan ibu negara AS itu pun menambahkan, ketika masyarakat aman dan keluarga kuat, kasih sayang akan mengalahkan kebencian. "Hal itu yang diperjuangkan negara ini. Dengan kerendahan hati, ketegasan, dan kepercayaan tidak terbatas atas janji Amerika, saya menerima nominasi kalian untuk menjadi Presiden Amerika Serikat," tegas Clinton untuk menutup pidatonya yang disambut meriah.
Demokrat memikat
Selama tiga hari diselenggarakan, konvensi Partai Demokrat terbukti lebih banyak menarik perhatian warga Amerika. Lembaga riset Nielsen mencatat, pada hari pertama konvensi, jumlah pemirsa yang menyaksikan konvensi partai ini mencapai 26 juta orang, sedangkan yang menyaksikan konvensi Partai Republik yang digelar di Cleveland sekitar 23 juta orang. Di hari kedua, konvensi Demokrat tetap lebih memikat ketimbang rival mereka dengan jumlah penonton mencapai 24,7 juta orang atau 5 juta orang lebih banyak daripada Republik. Di hari terakhir, Demokrat yang menyita 24,4 juta pemirsa lagi-lagi unggul 1 juta orang daripada partai pengusung Trump. Padahal, sebelum sesi penutupan konvensi, kemarin, Trump sudah mewanti-wanti kepada simpatisannya untuk tidak mendengarkan pidato Clinton. 'Jika Anda ingin dibohongi, dikerdilkan, dan diserang tentang keyakinanmu, jangan nonton pidato Hillary malam ini', tulis Trump dalam penggalangan dana melalui e-mail.
Bukan kali ini Trump menyerang Clinton. Sebelumnya, konglomerat AS itu juga mengundang Rusia untuk melacak ribuan e-mail hilang sewaktu Clinton menjabat Menteri Luar Negeri AS. Tindakan dia tidak ayal membuat para pakar dan musuh-musuh politik menuduhnya sebagai orang berbahaya bagi AS karena meminta kekuatan luar untuk memata-matai Amerika Serikat. "Rusia, jika kalian mendengarkan, saya harap kalian bisa menemukan 30 ribu e-mail yang hilang itu," kata Trump. Clinton yang menjadi lawan Trump pada pemilu presiden AS pada 8 November nanti seketika merespons pernyataan Trump itu dengan menyebut pengusaha realestat itu menjadi ancaman nyata bagi keamanan nasional AS. Juru bicara Trump, Jason Miller, buru-buru meredakan ketegangan dengan mengatakan Trump tidak meminta Rusia meretas e-mail Clinton. Trump merujuk sistem e-mail pribadi Clinton sewaktu menjadi menteri luar negeri pada 2009-2013. Dia menyerahkan ribuan e-mail pada 2015 kepada pihak berwajib AS yang menyelidiki sistem itu, tapi tidak menyerahkan sekitar 30 ribu e-mail yang dia sebut e-mail pribadi dan tidak berkaitan dengan tugasnya. (AFP/AP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved