Rusia Bantah Campur Tangan dalam Pemilu AS

Basuki Eka Purnama
28/7/2016 10:12
Rusia Bantah Campur Tangan dalam Pemilu AS
(AFP PHOTO / Robyn Beck)

PEMERINTAH Rusia, Rabu (27/7), membantah tudingan Moskow campur tangan dalam kampanye Pemilu Amerika Serikat seperti yang dituduhkan kubu Partai Demokrat.

Tim kampanye Hillary Clinton menuding Rusia berada di belakang bocornya surat elektronik dari Komite Nasional Partai Demokrat yang menyebabkan situasi di Konvensi Partai Demokrat memanas.

Kubu Clinton mengatakan aksi itu dilakukan Kremlin untuk membantu kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump meraih kemenangan dalam Pemilu.

Trump membantah dirinya terkait dengan Moskow. Di hadapan pendukungnya di Florida, Trump menegaskan dia tidak ada kaitannya dengan Rusia.

"Saya mengatakan bahwa (Presiden Rusia Vladimir) Putin adalah pemimpin yang lebih baik dari (Presiden AS Barack) Obama. Tapi, siapa yang tidak tahu hal itu?" ujar Trump.

Pernyataan Trump itu dilansir setelah Kremlin menegaskan mereka tidak pernah campur tangan dalam urusan dalam negeri AS.

"Presiden Putin berulang kali mengatakan bahwa Rusia tidak pernah dan tidak akan mencampuri urusan dalam negeri, terutama proses pemilu negara lain," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya