Presiden Hollande Coba Redam Perpecahan Agama

(AFP/Ihs/I-2)
28/7/2016 03:40
Presiden Hollande Coba Redam Perpecahan Agama
(AFP PHOTO / BERTRAND GUAY)

PRESIDEN Prancis Francois Hollande mengumpulkan para pemuka agama di Elysee Palace, rabu (27/7), untuk mencari cara mencegah perpecahan antaragama dan mengambil langkah-langkah penguatan keamanan. Langkah itu dilakukannya setelah pembunuhan seorang pendeta katolik di gereja, sehari sebelumnya. Perdana Menteri Manuel Valls juga telah memperingatkan bahwa tujuan dari serangan yang diklaim dilakukan kelompok Islamic State (IS) itu ialah memecah belah rakyat Prancis, dengan menyerang agama untuk memulai perang antaragama. Kepala komunitas muslim Prancis, yang merupakan komunitas muslim terbesar di Eropa, Dalil Boubakeur seusai pertemuan menyerukan peningkatan keamanan di tempat-tempat ibadah.

"Kami sangat menginginkan tempat ibadah kami menjadi fokus keamanan yang lebih besar, fokus yang berkelanjutan," ujar Boubakeur. Atas nama muslim Prancis, Boubakeur juga menyampaikan duka mendalam atas serangan yang disebutnya sebagai penistaan dan bertentangan dengan semua agama. Salah satu pelaku diketahui ialah Adel Kermiche yang tengah menanti proses pengadilan atas tuduhan teror dan telah dipasangi gelang elektronik. Insiden tersebut merupakan serangan teror ketiga di Prancis dalam 18 bulan terakhir. Selain memicu perpecahan agama, serangan itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan aparat keamanan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya