Kota Kurdi Diserang,Puluhan Tewas

(AFP/Ths/I-2)
28/7/2016 03:30
Kota Kurdi Diserang,Puluhan Tewas
(SANA via AP)

SETIDAKNYA 44 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka dalam dua ledakan yang terjadi di Kota Qamishli, kota di timur laut Suriah yang didominasi warga Kurdi, Rabu (27/7). Kelompok Islamic State (IS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan paling mematikan di kota itu. Media pemerintah Suriah dan Kelompok Pemantau HAM Suriah yang berbasis di London, Inggris, menyebutkan korban tewas mencapai 44 orang dan 140 lainnya terluka dalam serangan bom itu. Kepala Kelompok Pemantau itu Rami Abdel Rahman mengatakan lokasi ledakan merupakan zona aman karena terdapat banyak kementerian Kurdi. Pemeriksaan dan pengamanan kota ini sangat ketat.

"Ledakan ini merupakan ledakan terbesar, baik dari jumlah korban maupun kerusakan sejak perang (Suriah) dimulai (pada 2011)," ujarnya. Situs berita Amaq yang terafiliasi dengan IS melaporkan seorang 'pelaku bom bunuh diri yang mengendarai truk menghantam markas pasukan Kurdi' di Qamishli, tanpa menyebut langsung adanya keterlibatan grup tersebut. Seorang reporter AFP di Qamishli mengatakan ledakan pertama berasal dari bom bunuh diri di dekat kompleks pemerintahan lokal Kurdi. Sebuah sumber di internal pasukan keamanan Kurdi Asayesh menyebut, "Ini ialah ledakan terbesar yang pernah terjadi di Qamishli."

Dua ledakan yang mengguncang kota yang berbatasan dengan Turki itu semula diduga dari dua bom. Namun, para pejabat setempat dan Kelompok Pemantau HAM Suriah mengatakan bom pertama menyebabkan sebuah kontainer bahan bakar di dekatnya ikut meledak. Dia menambahkan bahwa rumah sakit setempat dibanjiri para korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Warga sipil bahu-membahu dengan pasukan keamanan membawa korban-korban serangan dari reruntuhan gedung. Gubernur Provinsi Hasakeh, tempat Kota Qamishli terletak, menyerukan warga kota untuk mendatangi rumah sakit yang menampung para korban dan menyumbangkan darah bagi para korban yang masih bisa diselamatkan.

Kelompok IS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Dalam sebuah pernyataan yang beredar di media sosial, serangan tersebut dilakukan oleh pelaku melalui sebuah truk bermuatan bahan peledak. Kelompok tersebut mengatakan serangan itu merupakan balasan atas serangan udara pihak koalisi dan pasukan pemerintah di Kota Manbij beberapa waktu lalu. Manbij, yang terletak di Provinsi Aleppo merupakan benteng utama pertahanan IS. Para petempur Kurdi merupakan kekuatan utama dalam Aliansi Pasukan Demokratik Suriah yang mencoba mengusir IS dari Kota Manbij dengan bantuan serangan udara militer Amerika Serikat. Qamishli kerap menjadi target serangan bom di Suriah, yang sebagian besar diklaim dilakukan kelompok IS. Kota yang berbatasan dengan Turki ini juga dikontrol bersama oleh rezim Suriah dan otoritas Kurdi dan termasuk dalam wilayah adminitrasi otonom.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya