MISTERI hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 menemui titik terang setelah bagian sayap pesawat, disebut flaperon, ditemukan di pesisir Pulau La Reunion, wilayah Prancis, dekat Madagaskar, Rabu (29/7) waktu setempat.
Pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing itu hilang 8 Maret tahun lalu.
Meski demikian, pihak Malaysia Airlines tidak mau berspekulasi soal temuan flaperon berukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter itu.
"Masih terlalu dini bagi pihak maskapai berspekulasi mengenai temuan dan asal usul flaperon itu," demikian pernyataan pihak Malaysia Airlines.
Australia yang memimpin pencarian pesawat Boeing 777 bernomor penerbangan MH370 di Samudra Hindia bagian selatan menyatakan temuan terbaru itu merupakan perkembangan sangat penting dalam memecahkan misteri hilangnya MH370.
Pemerintah La Reunion menambahkan otoritas penerbangan sipil Prancis (BEA) telah diminta memimpin koordinasi penyelidikan internasional untuk mengungkap asal puing tersebut.
Selain puing pesawat, penduduk La Reunion menemukan potongan koper.
"Bagian koper itu sudah ada di sini sejak kemarin, tapi tidak ada yang benar-benar memperhatikan," kata Johnny Begue, anggota asosiasi pembersih pantai yang juga menemukan puing sayap pesawat.
Yakin Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan puing yang ditemukan itu diyakini merupakan komponen sayap dari sebuah pesawat.
"Sangat mungkin dari Boeing 777, tetapi kita perlu memverifikasi apakah itu MH370," kata Najib.
Ia menambahkan puing yang ditemukan itu akan dikirim ke Toulouse, Prancis, untuk pemeriksaan lanjutan.
Di New York, Amerika Serikat, Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai berharap mendapat jawaban sesegera mungkin dari para penyelidik.
Malaysia juga mengirimkan tim ke La Reunion untuk memverifikasi puing yang ditemukan.
Sejumlah ahli dari Departemen Penerbangan Sipil dan Malaysia Airlines akan bergabung dengan perwakilan Boeing untuk menyelesaikan proses verifi kasi dalam dua hari.
"Kami berharap dapat mengidentifi kasi secepat mungkin," tambah Lai.
Meski itu belum terverifikasi, Wakil Menteri Transportasi Malaysia Abdul Aziz Kaprawi menyatakan penyelidik di Malaysia yang meneliti foto-foto puing yakin komponen sayap yang ditemukan milik pesawat jenis Boeing 777.
"Ini hampir pasti. (Puing) itu sama dengan Boeing 777," kata dia.
Pulau La Reunion terletak sekitar 4.000 kilometer dari daerah yang dianggap sebagai zona hilangnya MH370.
"Dari informasi oseanografi dan pemodelan komputerisasi, mungkin puing berasal dari daerah pencarian itu konsisten dengan arah arus laut," kata Charitha Pattiaratchi, ahli kelautan dari University of Western Australia.
Bagi keluarga para penumpang MH370, temuan ini melegakan sekaligus menyakitkan.
Januari lalu pemerintah Malaysia menyetop operasi pencarian dan penyelidikan hilangnya maskapai yang membawa 239 penumpang.
Penemuan bagian pesawat MH370 itu juga ditanggapi dingin oleh keluarga salah satu penumpang asal Medan, Sumatra Utara, Antonio, 18, yakni anak sulung pasangan suami istri Sugianto Lo dan Vinny.
Dia hanya tersenyum menanggapi berita penemuan potongan sayap yang diduga milik MH370.
"Selama ini kami tidak pernah dapat kepastian (soal penemuan jenazah para korban). Jadi santai sajalah," kata Antonio. (AFP/PS/I-1)