Pemimpin Muslim Berduka Atas Pembunuhan Pastor

Basuki Eka Purnama
27/7/2016 12:32
Pemimpin Muslim Berduka Atas Pembunuhan Pastor
(Jacques Hamel -- AFP PHOTO/)

IMAM sebuah masjid yang berada di sebuah kota di utara Prancis tempat terjadinya serangan di sebuah gereja pada Selasa (26/7) mengaku dirinya sangat terkejut dan terpukul atas tewasnya seorang pastor yang disebut sebagai sahabatnya.

"Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya berdoa untuk keluarganya dan seluruh komunitas Katolik," ujar Mohammed Karabila.

Dua orang bersenjata menyerbu masuk ke dalam gereja saat misa pagi di Saint-Etienne-du-Rouvray. Mereka menyandera lima orang sebelum menggorok leher pendeta dan menyebabkan seorang lain dalam kondisi kritis.

Pelaku penyerangan yang disebut kelompok ekstremis Islamic State sebagai prajurit mereka tewas setelah ditembak polisi.

"Saya sangat terkejut atas tewasnya sahabat saya. Dia adalah seseorang yang mengorbankan hidupnya untuk orang lain. Kami semua di masjid sangat berduka," ungkap Karabila.

Karabila mengaku dirinya dan Pastor Jacques Hamel yang berusia 80 tahunan bertemu beberapa kali dan merupakan bagian dalam komite lintas agama selama 18 bulan terakhir.

"Kami berbicara mengenai agama dan bagaima bisa hidup bersama dengan damai. Selama 18 bulan, warga sipil menjadi sasaran serangan dan kini mereka menyerang simbol keagamaan. Itu tidak bisa diterima," tegas Karabila.

Masjid di kota itu didirikan pada 2000 di sebidang tanah yang dihadiahkan oleh jemaat gereja. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya