Kunjungan PM Cameron ke Malaysia Dikritik

MI/Haufan Hasyim Salengke
30/7/2015 00:00
Kunjungan PM Cameron ke Malaysia Dikritik
(AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)
PERDANA Menteri (PM) Inggris David Cameron dikritik oleh publik karena berkeras melawat ke Malaysia untuk bertemu dengan rekan sejabatnya, PM Najib Razak. Publik memandang kunjungan itu tak patut dilakukan di tengah skandal korupsi yang menimpa Najib. Malaysia tengah disorot dunia menyusul skandal penggelapan dana yang melibatkan Najib dan perusahaan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Harian The Wall Street Journal melaporkan penyidik Malaysia telah menemukan aliran dana US$700 juta (Rp9,4 triliun) terkait dengan 1MDB yang masuk ke rekening pribadi Najib. Para pemimpin oposisi Malaysia mengkritik dan menolak agenda kunjungan Cameron ke Kuala Lumpur pada Kamis (30/7).

Malaysia adalah salah satu bagian dari rangkaian lawatan PM Inggris itu ke Asia Tenggara setelah Indonesia dan Singapura. "Cameron harus membatalkan kunjungan untuk menghindari persekutuan dengan Najib," ungkap Tian Chua, anggota parlemen yang juga Wakil Presiden Partai Keadil-an Rakyat (PKR). "Kunjungan PM Inggris akan dilihat sebagai sikap sokongan untuk Najib."

Munafik
Jika lawatan itu tetap dilaksanakan, lanjut Tian, rakyat Malaysia akan melihat sikap 'munafik' dari pemimpin negara Barat. Para pemimpin Barat gencar meng-advokasi nilai-nilai demokrasi, tetapi di lain sisi menyokong para pemimpin represif di negara Dunia Ketiga. "Rakyat Malaysia berharap PM Inggris memegang teguh moral yang tinggi dan mengirim pesan tegas kepada Najib bahwa dia tidak memiliki hak istimewa untuk duduk di antara para pemimpin demokrasi dunia jika terus bersikap represif di dalam negeri," kritiknya.

Penilaian Tian bahwa Najib represif bukan tanpa dasar. Selasa (28/7), Najib memecat belasan pejabat yang kritis, termasuk wakil PM, Muhyiddin Yassin dan Jaksa Agung Abdul Gani Patail. Kritik terhadap Cameron juga dilayangkan anggota parlemen dari Petaling Jaya Utara, Tony Pua.

Dalam surat terbuka yang dia kirim ke Free Malaysia Today, Tony mendesak Cameron untuk berbicara lantang menyangkut isu-isu korupsi. Dia juga memaparkan tentang laporan The New York Times dan media lain yang mempertanyakan bagaimana keluarga Najib bisa memiliki sejumlah properti di New York, Beverly Hills, dan London senilai puluhan juta dolar.

"Saya tanpa henti berusaha meng-ungkap konspirasi penipuan di tingkat yang sangat tinggi sejak 2010. (Karena itu) pada awal Maret tahun ini, saya menjadi anggota parlemen pertama yang akan digugat untuk pencemaran nama baik oleh Najib dalam upaya membungkam kritik saya," ujarnya dalam surat itu.

Nurul Izzah, putri pemimpin oposisi senior Anwar Ibrahim, mendesak Cameron menggunakan kunjungannya ke Malaysia untuk mengkritik Najib. "Kita tahu bahwa hukum adalah prinsip dasar kehidupan demokrasi di Inggris," katanya kepada The Telegraph. "Akan sangat berharga jika kita bisa mendengar Cameron menggunakan kunjungannya untuk berbicara pentingnya tradisi demokrasi itu."

Saat berada di Singapura, Selasa (28/7), Cameron berpidato yang mengutuk korupsi. Pidato itu datang bersamaan dengan perombakan kabinet yang diumumkan Najib untuk mengganti pejabat yang disebutnya tidak mengindahkan seruannya untuk tidak membicarakan skandal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya