Sentralitas dan Kesatuan Kunci ASEAN Hadapi Tantangan Regional

Usman Kansong
25/7/2016 08:23
Sentralitas dan Kesatuan Kunci ASEAN Hadapi Tantangan Regional
(Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi -- AFP PHOTO / HOANG DINH NAM)

KESATUAN dan sentralitas ASEAN sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan regional dan menggali potensi kerja sama demi mewujudkan ASEAN Community dan mencapai visi ASEAN 2025, khususnya dengan dinamika kawasan saat ini. Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam sesi plenary ASEAN Ministerial Meeting ke-49 di Vientiane, Laos, Minggu (24/7)

Menlu menjelaskan bahwa hanya dengan ASEAN yang bersatu, organisasi tersebut dapat terus berkontribusi terhadap stabiltas perdamaian dan keamanan kawasan, menikmati perdamaian dan stabilitas sebagai pondasi kemajuan ekonomi dan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan untuk mencapai komunitas ASEAN yang beorientasi kepada masyarakat.

“Mata dunia sedang melihat ASEAN, ini merupakan momen penting bagi ASEAN untuk bicara, bertindak, dan bergerak secara kohersif," tegas Retno.

Dalam pertemuan itu, Retno menyampaikan perlunya negara anggota ASEAN untuk bersama mengatasi ancaman keamanan nontradisional di perairan kawasan seperti IUU Fishing, pembajakan, perdagangan dan penyeludupan manusia, dan perampokan bersenjata.

Secara khusus, Indonesia menggarisbawahi ancaman multi sektor IUU fishing yang tidak hanya berdampak negatif terhadap kesejahteraan ekonomi regional namun juga merusak lingkungan dan mengganggu stabiltas dan keamanan kawasan.

“ASEAN perlu kerja sama kongkrit untuk mengatasi hal tersebut," ujar Menlu.

Salah satu yang dipandang menjadi pijakan awal adalah implementasi penuh kesepakatan untuk penguatan kerja sama maritime regional oleh negara negara East Asia Summit (EAS) yang telah disetujui pada pertemuan EAS tahun 2015.

Menlu juga menggarisbawahi pentingnya ASEAN untuk segera memiliki kerangka regional untuk perlindungan dan promosi hak tenaga kerja migran melalui penyelesaian pembahasan ASEAN Instrument on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers dalam setahun ke depan.

“Benefit Komunitas ASEAN harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk sekitar 6,5 juta tenaga migran di ASEAN” pungkas Retno. (RO/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya