Polwan Mengaku Diperintah Ubah Laporan Soal Insiden Nice

Basuki Eka Purnama
25/7/2016 07:11
Polwan Mengaku Diperintah Ubah Laporan Soal Insiden Nice
(Sandra Bertin -- AFP PHOTO / VALERY HACHE)

KRISIS baru menghantam pemerintah Prancis, Minggu (24/7), setelah seorang polwan senior menuding bahwa kementerian dalam negeri memaksanya untuk mengubah aturan mengenai pengamanan saat peringatan Bastille Day di Nice dimana 84 tewas setelah ditabrak seseorang menggunakan truk.

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve yang pernyataannya tentang penugasan polisi pada 14 Juli malam itu sudah dipertanyakan kini menjadi sasaran kritik atas masalah keamanan itu.

Setelah bersikeras menolak desakan mundur dari kelompok sayap kanan, politikus Partai Sosialis itu membantah pernyataan polwan itu dan berjanji akan menuntut balik polisi itu dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Sandra Bertin, polwan yang bertanggung jawab atas sistem kamera pengawas di Nice kepada surat kabar Journal du Dimanche mengatakan bahwa dia 'dimaki-maki' selama satu jam oleh seorang pejabat kementerian dalam negeri lewat telepon setelah sehari sebelumnya seorang pejabat kementerian dalam negeri lainnya datang menemuinya.

Bertin mengaku dirinya diperintahkan untuk menjelaskan bahwa para polisi lokal mengamankan acara kembang api saat Bastille Day dan menegaskan bahwa mereka ditempatkan di dua titik.

"Mereka mungkin berada di sana namun saya tidak melihatnya dalam rekaman video," tegas Bertin.

"Dia memerintahkan saya untuk menjelaskan letak spesifik polisi-polisi itu dimana saya tidak melihat mereka dalam video," imbuhnya.

Kamis (21/7), surat kabar Liberation melaporkan hanya satu mobil polisi terlihat di lokasi saat Mohamed Lahouaiej Bouhlel dengan menggunakan truk menabrak mereka yang tengah menonton kembang api.

Masalah rekaman video itu semakin ramai setelah jaksa Prancis meminta agar rekaman itu dihapuskan.

Pemerintah lokal menuding perintah itu sebagai upaya penghilangan bukti. Namun, jaksa, yang telah memiliki rekaman video itu, mengatakan bahwa langkah itu diambil untuk mencegah gambar insiden itu tersebar ke publik. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya