ASEAN Buntu Bahas Laut China Selatan

Indah Hoesin
24/7/2016 18:31
ASEAN Buntu Bahas Laut China Selatan
(Dok. MI)

NEGARA-negara Asia Tenggara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) mengalami kebuntuan pada Minggu (24/7) terkait penyelesaian konflik di Laut China Selatan. Terutama setelah tekanan dari Tiongkok yang merusak hubungan negara-negara ASEAN terkait masalah keamanan yang paling diperdebatkan di kawasan tersebut.

Pertemuan di Viantiane, Laos menjadi tempat pertama kali negara-negara ASEAN termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) bertemu sejak putusan Mahkamah Arbitrase Internasional atau Permanent Court of Arbitration (PCA) yang memutus Tiongkok tidak memiliki hak atas klaim di perairan strategis tersebut.

Putusan PCA tersebut memenangkan Filipina dan juga negara anggota ASEAN lainnya seperti Vietnam, Brunei Darussalam, dan Malaysia yang juga mengklaim wilayah Laut China Selatan. Putusan ini kemudian ditolak Tiongkok dan kembali meningkatkan ketegangan di perairan tersebut dengan kegiatan militer.

Empat negara yang terlibat klaim kemudian menuduh Tiongkok telah membangun aliansi dengan negara kecil seperi Laos yang menjadi tuan rumah dan Kamboja melalui bantuan dan pinjaman untuk memecahkan konsensus.

Tiongkok sendiri pada bulan lalu mendapat kecaman setelah memicu perselisihan ketika negara ASEAN berubah haluan dengan tidak mengakui pernyataan bersama yang dikeluarkan Malaysia setelah pertemuan Tiongkok-ASEAN.

Pernyataan bersama tersebut memperingatkan kegiatan Tiongkok di Laut China Selatan. Kamboja dan Laos dituduh menjadi pihak yang membatalkan pernyataan bersama tersebut.

"Kita perlu melakukan perubahan yang diperlukan," ujar salah satu diplomat yang terlibat dalam pertemuan. "Tapi kami masih belum sepakat dalam hal apapun," tambahnya.

Salah seorang diplomat ASEAN lainnya menambahkan, "Kami masih buntu. Kami kembali ke meja negosiasi," ujarnya.

Kebuntuan di Vientiane ini menimbulkan kekhawatiran terulangnya kembali pertemuan di Kamboja tahun 2012 yang gagal mengeluarkan pernyataan bersama karena tidak mencapai kesepakatan terkait Laut China Selatan. Kali itu menjadi pertama kali dalam sejarah ASEAN gagal mengeluarkan pernyataan bersama. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya