KEPOLISIAN Korea Selatan menindak aktivis yang menyebarkan pamflet anti-Korea Utara di sekitar perbatasan, Senin (27/7). Sebelumnya, Korut sudah mengutarakan konsekuensi jika penyebaran pamflet terjadi. Puluhan aktivis telah merencanakan peluncuran balon gas yang akan membawa sekitar 30 ribu selebaran yang berisi kritik terhadap Kim Jong-un.
Namun, ratusan polisi Korsel memblokade tempat peluncuran balon di dekat perbatasan Korsel-Korut. Akibatnya, panitia kampanye penyebaran pamflet terpaksa membatalkan acara tersebut. "Mereka (polisi) terus mengatakan bahwa aksi ini berbahaya. Kita memercayai argumentasi mereka, tapi kami juga tidak ingin terjadi bentrokan fisik," kata panitia kampanye Choi Woo-won.
Ia menambahkan akan mencoba penyebaran pamflet lagi pekan ini di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Pyongyang telah lama mengecam kampanye itu dan mengancam akan melakukan aksi balasan. Tahun lalu, penjaga perbatasan Korut berusaha menembak satu set balon hingga memicu perdebatan mengenai penembakan lintas perbatasan.
Pekan lalu, surat kabar Rodong yang dikelola Korut memperingatkan bahwa latihan kampanye penyebaran pamflet yang dilakukan di Korsel sangat berbahaya. Korut bahkan menggambarkan pamflet yang disebarkan sebagai 'bibit awal' terjadinya konflik. Ketegangan di perbatasan antara Korsel dan Korut terus terjadi secara berkala tahun ini, terutama setelah Korut melakukan serangkaian uji coba rudal balistik yang memancing kemarahan Korea Selatan dan Amerika Serikat.