FBI Kembalikan 7 Artefak Maya Berusia 1.000 Tahun ke Guatamala

Antara
23/7/2016 16:15
FBI Kembalikan 7 Artefak Maya Berusia 1.000 Tahun ke Guatamala
(AP/Nick Ut)

BIRO Investigasi Federal Amerika Serikat FBI memulangkan koleksi artefak Maya berusia lebih dari 1.000 tahun ke pemerintah Guatemala setelah mengambilnya dari seorang kolektor seni yang meninggal dunia. Artefak yang berupa tujuh patung kapur tersebut dikembalikan karena masuk secara ilegal ke AS pada tahun 1970.

"Nilai budaya artefak pra-Columbia ini tak ternilai bagi rakyat Guatemala. Saya sangat senang bahwa Tim Kejahatan Seni FBI mampu memfasilitasi kembalinya harta karun kuno ini kembali ke rumahnya," kata wakil direktur FBI, Deirdre Fike, saat upacara pengembalian benda bersejarah tersebut di Los Angeles, Jumat (22/7) waktu setempat.

Menurut FBI, para ahli mengatakan tiga diantara patung-patung tersebut diduga berasal dari Era Akhir Klasik Maya (AD 600-900), dan ditemukan di dekat reruntuhan sebuah kuil di Kawasan Petexbatun Guatemala. Dan sebuah prasasti yang ditemukan pada mereka merupakan bagian dari teks yang berfungsi sebagai kalender primitif.

Sementara empat buah patung lainnya diduga berasal dari wilayah El Peru di Guatemala dan diyakini berasal dari awal Periode Klasik (AD 400-600).

Para ahli juga mengatakan artefak itu konsisten dengan ikonografi Maya dan ukirannya memiliki hubungan dengan simbolisme yang menggambarkan bumi atau gunung raksasa.

Ketujuh patung itu akan dikirimkan ke Guatemala dalam beberapa hari mendatang setelah melalui upacara pemulangan. Pemerintah Guatemala akan menentukan tempat terbaik untuk menyimpang dan menampilkan mereka.

Sumber yang dekat dengan kasus ini mengatakan bahwa patung-patung itu diyakini telah dibeli oleh mendiang kolektor seni itu pada 1970 dari seorang pria yang dihukum di masa itu karena berurusan dengan artefak lain yang secara ilegal dibawa ke AS.

Tidak ada dakwaan yang diajukan sehubungan dengan pemulangan tujuh patung. Pemerintah AS memiliki perjanjian dengan Guatemala untuk membatasi impor artefak arkeologi.(Ant/OL-06)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya