Donald Trump Berjanji Pulihkan Keamanan AS

Yanurisa Ananta
23/7/2016 01:50
Donald Trump Berjanji Pulihkan Keamanan AS
(AP Photo/J. Scott Applewhite)

CALON presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump berjanji akan mengembalikan keamanan dan memperketat imigrasi jika terpilih sebagai presiden, November nanti. Hal itu diungkapkan Trump pada hari terakhir Konvensi Partai Republik di Cleveland, Kamis (21/7). Di tengah sorak-sorai pendukung yang berteriak 'U-S-A' dan menyebut nama Trump berkali-kali, konglomerat realestat tersebut berjanji akan mewakili suara rakyat AS. "Mulai 20 Januari 2017, keamanan akan kembali," seru pria 70 tahun itu dalam pidato selama 77 menit. Para pendukung Trump berulang kali bersorak-sorai dan bertepuk tangan, tidak menunjukkan adanya perpecahan seperti yang terjadi dalam empat hari pelaksanaan konvensi. Trump juga melontarkan pesan keras terhadap aksi penembakan rasial dan sejumlah serangan teror. Hal itu mengingatkan hadirin dengan strategi Richard Nixon dalam memenangi Pemilu 1968.

"Kriminalitas dan kekerasan yang sekarang menimpa negara kita akan segera, maksud saya sangat segera, berakhir," imbuh suami dari mantan model Melania Trump, 42, itu. Untuk mengurangi kasus serupa, Trump menyatakan warga asing dari negara yang terlibat teror akan dilarang memasuki wilayah AS. Pemerintahan Trump akan membangun dinding di perbatasan dengan Meksiko. Sejumlah kesepakatan perdagangan akan dibatalkan dan negosiasi baru akan dijalankan. "Tidak ada orang yang tahu sistem ini selain saya. Maka dari itu, saya sendiri bisa memperbaiki ini," tutur Trump. Melalui akun Twitter-nya, mantan kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Bernie Sanders mengkritik perkataan Trump. 'Pria ini ingin menjadi presiden atau diktator?', tulis Sanders.

Serang Clinton
Miliuner dan mantan bintang reality show itu terus menggaungkan moto bahwa Amerika harus berada di posisi utama. Menurut Trump, itu yang membedakan ia dengan calon presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton. "Perbedaan paling penting antara rencana kita dan lawan kita ialah rencana kita akan memosisikan Amerika di urutan pertama. Amerikanisme, bukan globalisme, akan menjadi kredo kita. Amerika akan menjadi nomor satu sekali lagi," seru Trump. Trump menuding Clinton telah mengancam keamanan negara dengan menggunakan server e-mail pribadi untuk informasi penting pemerintahan. Menurut Trump, Clinton memiliki naluri dan penilaian yang buruk sebagai menteri luar negeri saat itu. "Mari kalahkan dia November mendatang," kata Trump.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Trump yang belum pernah memegang posisi apa pun di pemerintahan bersaing ketat dengan Hillary. Jajak pendapat CNN menunjukkan 75% responden menilai pidato Trump positif dan 56% menyatakan akan memilihnya. Setelah Trump resmi menjadi calon presiden dari Republik, perhatian kini menuju pada Clinton. Mantan menteri luar negeri itu akan memilih wakil presiden Sabtu (23/7) dan akan menerima nominasi Partai Demokrat sebagai calon presiden dalam konvensi di Philadelphia, pekan depan. Wes Nakagiri, delegasi Partai Republik dari Michigan, berpakaian layaknya narapidana dengan borgol plastik menggunakan masker bergambar wajah Clinton. Seketika, cemoohan terhadap Clinton pecah diiringi teriakan pendukung, "Penjarakan dia! Penjarakan dia!" (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya