Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang melanda wilayah utara Tiongkok sejak Senin (18/7) telah menyebabkan 75 orang meninggal atau hilang. Salah satu hujan terderas dalam beberapa tahun terakhir itu juga menyebabkan moda transportasi pesawat dan kereta api tidak dapat beroperasi. Menurut Kementerian Urusan Sipil Tiongkok, hujan tanpa henti mengguyur wilayah-wilayah yang biasanya kering, termasuk Kota Beijing. Akibatnya, kekacauan melanda kawasan yang terendam banjir tersebut. Menurut kementerian itu, 576 orang tercatat tewas atau hilang di seluruh negeri itu pada paruh pertama tahun ini akibat banjir. Di Beijing hujan tanpa henti mengguyur sejak Selasa (19/7).
Akibatnya, ratusan jadwal penerbangan dan kereta api dibatalkan. Jalan-jalan di kota itu juga digenangi banjir. Guyuran hujan tanpa henti juga mengancam tanggul sungai-sungai yang mengalir melalui kota-kota di wilayah Tiongkok Tengah. Pemerintah setempat mengerahkan pasukan dan peralatan berat untuk memperkuat tanggul-tanggul tersebut supaya tidak jebol. Banjir tersebut berdampak terhadap 60 juta orang. Banjir juga menyebabkan puluhan ribu orang dievakuasi dari kawasan yang tergenang. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS. Salah satu kota yang telah terendam di wilayah Tiongkok Tengah ialah Wuhan.
Kota berpenduduk 10,6 juta orang itu nyaris lumpuh selama berhari-hari. Aliran listrik dan transportasi umum terhenti. Presiden Xi Jinping Rabu (20/7) memperingatkan negeri itu untuk bersiaga menghadapi cuaca lebih buruk yang akan datang. Dia juga mengancam para pejabat yang lalai menjalankan tugas-tugas mereka akan dihukum berat. Banjir juga melanda wilayah selatan Tiongkok. Meski kawasan itu biasa dilanda banjir setiap tahun saat musim muson yang dimulai Mei, curah hujan di tahun ini sangat deras.
Ketinggian air di beberapa sungai besar diperkirakan bakal melampaui banjir yang terjadi pada 1998. Ketika itu, salah satu banjir terburuk melanda Tiongkok dan menewaskan 4.150 orang. Korban sebagian besar ialah warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Yangtze, sungai terbesar di negeri itu. Pihak berwenang Tiongkok telah melakukan sejumlah langkah darurat untuk mengantisipasi banjir, di antaranya mengeluarkan air dari Bendungan Three Gorges di Yangtze. Tiongkok berulang kali dilanda banjir.
Pemerintah Tiongkok mencoba mengatasinya dengan membangun dam. Banjir kian rutin menggenangi berbagai wilayah di 'Negeri Tirai Bambu' itu, terutama di kota-kota besar di selatan dan timur. Penyebab utamanya ialah danau-danau yang menjadi tempat penampung air tergerus oleh arus urbanisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved