Kegagalan Aparat Cegah Teror Diselidiki

(AFP/Aya/I-2)
22/7/2016 02:40
Kegagalan Aparat Cegah Teror Diselidiki
(AFP PHOTO / Valery HACHE)

PEMERINTAH Prancis menyelidiki kegagalan aparat keamanan untuk mengamankan perayaan Hari Bastille, hari kemerdekaan negeri itu, hingga membuat pelaku teror, Mohamed Lahouaiej Bouhlel, 31, bisa mengemudikan truk berkapasitas 19 ton dan melindas 84 orang. Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve meme-rintahkan penyelidikan itu menyusul laporan harian Li-beration yang menyebutkan hanya satu mobil polisi yang menjaga lokasi kejadian. Cazeneuve menuding laporan tersebut palsu belaka. Perdana Menteri Manuel Valls mengatakan kelompok oposisi telah berbohong karena menganggap serangan di Nice itu bisa digagalkan.

Aparat keamanan Prancis telah menangkap lima orang atas keterkaitan mereka dengan Bouhlel. Kelima orang itu mulai menjalani sidang kamis (21/7). Mereka terdiri atas empat pria dan satu wanita berusia 22 hingga 40 tahun. Salah satu yang akan menjalani persidangan ialah seorang pria 40 tahun yang sudah mengenal Bouhlel sejak lama dan pria 38 tahun berkewarganegaraan Albania yang tengah bersama teman wanitanya saat ditangkap. Diduga, dari pria tersebut Bouhlel mendapat pistol otomatis. Pria berusia 22 tahun yang menerima pesan singkat dari Bouhlel tak lama sebelum ia memulai aksinya juga akan menjalani persidangan bersama dengan seorang pria yang diketahui banyak melakukan pembicaraan mengenai senjata dengan Bouhlel.

Baik Bouhlel maupun lima orang yang ditangkap itu tidak memiliki catatan keterlibatan penyerangan apa pun, kata badan intelijen Prancis. Kelompok Islamic State (IS) mengklaim bahwa Bouhlel yang berdarah Tunisia merupakan tentara IS. Namun, penyelidik tidak menemukan bukti Bouhlel pernah bergabung dengan IS. Rabu lalu, IS merilis video ancaman oleh dua tentara mereka dengan menggunakan bahasa Prancis. Perdana Menteri Prancis Manuel Valls telah memperingatkan bahwa negaranya akan menghadapi lebih banyak serangan di tengah upaya menangkal teroris kembali dari Timur Tengah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya