Aset Kolega PM Najib Disita

Aset Kolega PM Najib Disita
22/7/2016 02:30
Aset Kolega PM Najib Disita
(AFP PHOTO / MOHD RASFAN)

SKANDAL korupsi yang diduga melibatkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kembali menghangat setelah pihak berwenang Singapura, Kamis (21/70, mengungkapkantelah menyita aset milik Kuala Lumpur senilai hampir US$180 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Selain Singapura, Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Loretta Lynch mengumumkan inisiasi pihaknya untuk menyita aset lebih dari US$1 miliar (Rp13 triliun) milik Malaysia. Aset jumbo itu, kata petugas, dicuri dari dana investasi negara oleh orang-orang dekat perdana menteri.

Pengumuman oleh Washington itu membuat tekanan terhadap Najib kian menguat dan anggota parlemen negeri jiran yang berang menuntut politikus koalisi Barisan Nasional itu meletakkan jabatan dan bertanggung jawab. Singapura mengatakan aset-aset itu disita karena diduga merupakan hasil pencucian uang dan penyuapan yang terkait dengan skandal korupsi perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB), perusahaan investasi negara yang didirikan Najib.

"Penyelidikan tentang kemungkinan pencucian uang, penipuan sekuritas, kecurangan, dan pelanggaran lainnya yang dilakukan di Singapura masih dalam proses," kata Majelis Kejaksaan Agung (AGC), Departemen Urusan Perdagangan (CAD), dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) dalam sebuah pernyataan bersama. Dalam pernyataan itu juga disebut setengah dari aset itu terkait dengan Low Taek Jho atau Jho Low, seorang pengusaha Malaysia dan teman dekat keluarga Najib.

Pernyataan bersama bank sentral, polisi, dan jaksa agung Singapura itu merupakan yang pertama kalinya dalam mengungkapkan jumlah aset atau mengidentifikasi tokoh kunci sejak meluncurkan penyelidikan kasus itu tahun lalu. Penegak hukum Singapura merinci aset S$240 juta (US$178 juta) berupa rekening bank dan sejumlah properti.
Mereka juga mengatakan ada S$120 juta milik Low atau keluarga dekatnya. Sementara itu, Washington menyebut Low juga mencuci ratusan juta dolar dana 1MDB yang dialihkan ke AS untuk mendanai belanja mewah. AS juga menduga anak tiri Najib, Riza Aziz, dan pejabat lain melakukan tindakan serupa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya