Ted Cruz Tolak Dukung Donald Trump

Indah Hoesin
22/7/2016 02:00
Ted Cruz Tolak Dukung Donald Trump
(AP Photo/Mary Altaffer)

MANTAN kandidat calon presiden (capres) dari Partai Republik, Ted Cruz, memberi kejutan pada konvensi partai yang digelar di Cleveland, Amerika Serikat (AS), Rabu (20/7) waktu setempat. Ia tidak menyebut Donald Trump dalam pidatonya. Sebaliknya, ia mendesak warga untuk memilih capres dengan hati nurani. "Kita pantas mendapat pemimpin yang teguh pada prinsip, pemimpin yang menyatukan kita semua apa pun latar belakang kita, yang menyingkirkan amarah untuk cinta," ujar Cruz yang seakan kritiknya ditujukan kepada Trump yang resmi menjadi capres Republik. "Jika kamu mencintai negara kita ini dan mencintai anak-anakmu, saya mengetahui kalian dengan pasti berdiri dan memilih sesuai nuranimu," ucap Cruz. Namun, pidato Cruz langsung disambut amarah oleh para pendukung Trump dengan meneriakkan, "Trump! Trump!"

Ketika hendak menaiki podium, Cruz sempat disambut tepukan riuh. Namun, itu tiba-tiba berubah menjadi cemooh ketika Senator AS asal Texas itu tidak menyampaikan pernyataan dukungan untuk Trump dalam pidatonya. Tampaknya perseteruan Cruz dan Trump belum berakhir. Pasalnya, ketika berkampanye mencari simpati dan dukungan suara, Trump kerap menyerang Cruz ke hal pribadi. Pengusaha realestat itu menghina istri Cruz dan menjuluki Cruz sebagai 'Ted Pembohong'. Cruz memutuskan mundur pada awal Mei setelah harus puas menduduki posisi kedua setelah Trump. Secara umum, Cruz diharapkan menjadi calon kandidat Republik pada 2020, tapi Trump harus kalah dari Hillary Clinton, capres dari Demokrat.

Pidato Cruz tersebut seperti granat dalam konvensi yang sebelumnya telah dirusak pemberontakan dari delegasi anti-Trump. Dalam kubu Republik, suara dukungan terhadap Trump terpecah antara pro dan kontra. Di sisi lain, Trump berusaha tenang dan memberikan ancungan jempol kepada orang-orang di arena yang mencemooh Cruz sesaat sebelum senator Texas tersebut menyelesaikan pidatonya. 'Wow, Ted Cruz mendapat cemooh, tidak menghormati janji!', tulis Trump dalam Twitter-nya yang mengacu pada janji dari 17 kandidat Partai Republik yang akan mendukung siapa pun calon yang terpilih nantinya. "Saya melihat pidatonya 2 jam lebih awal, tapi biarkan dia berbicara, tidak ada masalah besar," tambah Trump.

Sesalkan Cruz
Arena konvensi kembali riuh ketika Gubernur Indiana, Mike Pence, 57, menaiki panggung dan diperkenalkan sebagai calon wakil presiden Trump. Pence mengatakan keputusannya untuk bergabung dalam kampanye dalam waktu sekejap disebabkan Partai Republik menominasikan Trump. "Seorang pria yang tidak pernah berhenti dan tidak pernah mengalah," ucap Pence yang mengacu pada sosok Trump. Pidato Cruz dikecam beberapa delegasi, termasuk May Balkema, delegasi dari Michigan. Ia mengatakan pidato Cruz menyedihkan.

"Kami benar-benar menunggu dia (Cruz) menunjukkan persatuan (partai) dan benar-benar mendukung kandidat presiden, ternyata dia gagal melakukannya," ujar Balkema. Gubernur New Jersey Chris Christie, teman dan pendukung Trump, menyebut pidato Cruz 'mengerikan' dan 'egois'. Sementara itu, pengacara Trump, Michael Cohen, mengatakan Cruz telah melakukan bunuh diri politik. Di saat yang sama, kerusuhan terjadi di luar arena konvensi. Polisi mengatakan 18 orang telah ditangkap. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya